I.PENDAHULUAN
Telah lama orang beranggapan bahwa IQ (intelegence quotient) merupakan penentu kesuksesan belajar dan hidup seseorang. Bila tinggi IQ, maka orang itu akan sukses dalam belajar dan akhirnya akan sukses dalam kehidupannya yang nyata. Ternyata pernyataan itu tidak selamanya benar. Ada banyak ornag yang ber IQ tinggi, tetapi gagal dalam hidupnya. Maka, disadari bahwa walaupun IQ sangat penting, tetapi itu bukanlah penentu utama. Sekarang ditentuka pentingnya emosional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ). Kemampuan emosional dan spiritual harus diperhatikan dalam kehidupan agar seseorang dapat berhasil.
Howard Gardner, seorang professor pendidikan dan psikologi dari Harvard University, Amerika Serikat, yang berminat pada bidang pendidikan, cukup lama mengkritisi IQ. Menurut Gardner, dalam pengukuran IQ hanya ditekankan intelegensi matematis-logis dan linguistic, padahal ia menemukan minimal ada sembilan intelegensi (intelegensi ganda atau multiple intelligences). Kesembilan inteligensi itu semuanya berperan dalam keberhasilan hidup seseorang. Itulah sebabnya orang yang ber IQ tinggi belum tentu sukses dalam hidup. Kesembilan inteligensi itu perlu diperhatikan dalam membantu seseorang untuk berkembang dan sukses dalam hidup ini.
Banyak guru mengajar sesuai dengan inteligensi yang menonjol yang ia punya. Namun inteligensi yang menonjol pada guru seringkali berbeda dengan inteligensi yang dimiliki siswa sehingga seringkali pengajaran guru tidak mengena dan tidak membantu siswa mengerti lebih dalam.
Dalam makalah ini kami akan membahas kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal,berikut ini akan di bahas tentang apa itu kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal.
II. KECERDASAN INTERPERSONAL
Definisi Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal atau bisa dikatakan juga sebagai kecerdasan sosial, diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi menang-menang atau menguntungkan.
Sumber lain mendefinisikan bahwa Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan berfikir lewat berkomunikasi dengan orang lain.
Inteligensi Interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intense, motivasi, watak, temperament orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara. Isyarat dari orang lain juga masuk dalam inteligensi ini.
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang disekitar kita, kecerdasan ini adalah kemampuan kita untuk memahami dan memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan orang lain dan menanggapinya secara layak. Kecerdasan Sosial merujuk pada spectrum yang merentang dari secara instan merasa keadaan batiniah orang lain sampai memahami perasaan dan pikirannya. Orang yang kuat dalam inteligensi interpersonal biasanya sangat mudah bekerjasama dengan orang lain, mudah berkomunikasi dengan orang lain. Hubungan dengan orang lain bagi mereka menyenangkan dan sepertinya keluar begitu saja secara otomatis. Mereka dengan mudah mengenali dan membedakan perasaan serta apa yang dialami teman dan orang lain. Komunikasi baik verbal maupun non verbal dengan orang lain relative mudah.Kebanyakan orang sangat peka terhadap teman, terhadap penderitaan orang lain, dan mudah berempati. Banyak dari mereka suka memberikan masukan kepada teman supaya maju. Maka, mereka kebanyakan dapat berperan sebagai komunikator, sebagai fasilitator dalam pertemuan atau perbincangan masalah yang penting. Mereka juga dengan mudah menjadi penggerak massa karena kemampuannya mendekati massa. Bila menjadi pemimpin, orang ini biasanya disukai karena pendekatannya yang baik kepada para anggota, mengerti dan menghargai perasaan orang lain. Orang-orang seperti Mahatma Gandhi (tokoh penggerak kedamaian dan kebebasan India), Ronald Reagan (presiden AS yang mantan actor), Ibu Theresa (pejuang kaum miskin) kadang dikelompokkan sebagai yang mempunyai inteligensi interpersonal tinggi.
Siswa yang mempunyai inteligensi interpersonal tinggi mudah bergaul dan berteman. Meskipun sebagai orang baru dalam suatu kelas atau sekolah, ia dengan cepat dapat masuk ke dalam kelompok. Ia mudah berkomunikasi dan mengumpulkan teman lain. Bila dilepas seorang diri, ia akan dengan cepat mencari teman. Dalam konteks belajar, ia lebih suka belajar bersama orang lain, lebih suka mengadakan studi kelompok. Siswa ini kadang mudah berempati dengan teman yang sakit atau punya masalah dan kadang mudah untuk ikut membantu. Dalam suatu kelas, bila guru memberikan pekerjaan atau tugas secara bebas, siswa-siswa yang mempunyai inteligensi interpersonal akan dengan cepat berdiri dan mencari teman yang mau diajak kerjasama.
II.1 DIMENSI-DIMENSI KECERDASAN INTERPERSONAL
Kecerdasan Interpersonal ini mempunyai tiga dimensi utama, yaitu
a) social sensitivity,
b) social insight, dan
c) social communication (Anderson, 1999).
Perlu di ingat bahwa ketiga dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan ketiganya saling mengisi satu sama lainnya.
Kecerdasan interpersonal ini merupakan kecerdasan yang lebih bersifat cristalized menurut konsep yang dikemukakan oleh Cattel (Azwar, 1973).
Berikut ini tiga dimensi kecerdasan interpersonal :
a. social sensitivity (sensitivitas sosial). Kemampuan untuk mampu merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun non verbal. Anak yang memiliki sensivitas yang tinggi akan mudah memahami dan menyadari adanya reaksi-reaksi tertentu dari orang lain, entah reaksi tersebut positif ataupun negatif.
b. social insight Kemampuan seseorang untuk memahami dan mencari pemecahan masalah yang efektif dalam satu interaksi sosial, sehingga masalah-masalah tersebut tidak menghambat apalagi menghancurkan relasi sosial yang telah di bangun. Di dalamnya juga terdapat kemampuan dalam memahami situasi sosial dan etika sosial sehingga anak mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi tersebut. Fondasi dasar dari social insight ini adalah berkembangnya kesadaran diri anak secara baik. Kesadaran diri yang berkembang ini akan membuat anak mampu memahami keadaan dirinya baik keadaan internal maupun eksternal seperti menyadari emosi-emosinya yang sedang muncul, atau menyadari penampilan cara berpakaiannya sendiri, cara berbicaranya dan intonasi suaranya.
c. social communication Penguasaan keterampilan komunikasi sosial merupakan kemampuan individu untuk menggunakan proses komunikasi dalam menjalin dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dalam proses menciptakan, membangun dan mempertahankan relasi sosial, maka seseorang membutuhkan sarananya. Tentu saja sarana yang digunakan adalah melalui proses komunikasi, yang mencakup baik komunikasi verbal, non verbal maupun komunikasi melalui penampilan fisik. Keterampilan komunikasi yang yang harus dikuasai adalah keterampilan mendengarkan afektif, keterampilan berbicara efektif, keterampilan public speaking dan keterampilan menulis secara efektif (Anderson, 1999).
II.2 KARAKTERISTIK KECERDASAN INTERPERSONAL
Karakteristik anak yang memiliki kecerdasan interpersoanal yang tinggi yaitu:
a. Mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara efektif, Mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara total,
b. Mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak musnah dimakan waktu dan senantiasa berkembang semakin intim/mendalam/penuh makna
c. Mampu menyadari komunikasi verbal maupun non verbal yang dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitive terhadap perubahan sosial dan tuntutan-tuntutannya.
d. Mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam relasi sosialnya dengan pendekatan win-win solution serta yang paling penting adalah mencegah munculnya masalah dalam relasi sosialnya
e. Memiliki keterampilan komunikasi yang mencakup keterampilan mendengarkan efektif, berbicara efektif dan menulis secara efektif. Termasuk di dalamnya mampu menampilkan penampilan fisik yang sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya.
II.3 KECERDASAN INTERPERSONAL SEORANG GURU
Seorang guru ketika mengajar siswanya tidak cukup bermodalkan kecerdasan Intelektual (IQ) semata, tetapi harus disertai dengan kecerdasan emosional (EQ). Salah satu jenis kecerdasan emosional adalah kecerdasan interpersonal.Sebagaimana disebutkan oleh Howard Gardner salah satunya mengenai kecerdasan interpersonal yaitu kemampuan seseorang untuk mengamati dan mengerti maksud,motivasi,dan perasaan orang lain, dapat bergaul dengan siapapun karena memiliki kepekaan terhadap ekspresi wajah,suara dan gerak tubuh orang lain, mampu memberikan respon yang positif dan efektif dalam berkomunikasi, mampu membaca situasi dan kondisi, sehingga bisa menempatkan diri dan mudah beradaptasi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya.Di antara kiat untuk menjalin komunikasi yang baik dengan siswa, hendaknya guru berpegang kepada 4S, yaitu salam, senyum, sapa, dan sabar.
a. Salam.Ketika guru masuk ke kelas, sebaiknya ucapkan salam terlebih dahulu. Guru mendahului mengucapkan slam kepada para siswanya akan menumbuhkan rasa hormat dan simpati para siswa karena mereka merasa terlehih dahulu dihormati dan didoakan.
b. Senyum.Setelah mengucapka senyum, hendaknya guru menebarkan senyum yang tulus kepada para siswa yang duduk di bangku sambil menatap wajah para siswanya dengan penuh kasih saying. Hindari sikap muram,kaku dan ketus terhadap para siswa walaupun banyak masalah yang sedang dihadapi. Apalagi kejengkelan atau kekesalan hati karena ada masalah keluarga dilampiaskan kepada para siswa dengan bermuka muram dan marah, sungguh tindakan yang tidak mendidik berdampak negative terhadap psikologis siswa.
c. Sapa.Sebelum menyampaikan materi pelajaran , di awal pertemuan luangkanlah waktu sebentar untuk menyapa para siswa. Misalnya, menanyakan siapa temannya yang tidak hadir, atau menanyakan siapa diantara mereka yang kurang sehat, lapar, ngantuk dan sebagainya. Tujuannya agar para siswa merasa diperhatikan oleh gurunya. Sikap empati guru terhadap kondisi para siswa akan menumbuhkan rasa simpati para siswa terhadap gurunya.
d. Sabar.Puluhan siswa dalam satu kelas, bahkan ratusan siswa dalam satu sekolah yang dihadapi guru ketika kegiatan belajar mengajar, memiliki karakter, watak, bakat , minat dan masalah yang variatif. Hal ini disebabkan perbedaan factor biologis, psikologis,intelegensi,bakat,minat,emosi,masalah dan latar belakang lingkungan keluarga dan masyarakat. Keadaan seperti ini menuntut kesabaran yang tinggi dari guru, terutama ketika menghadapi siswa yang mengalami kesulitas belajar atau siswa yang berkebutuhan khusus. Kejengkelan dan rasa marah akan mudah muncul ketika guru menghadapi situasi seperti ini.
Agar guru memiliki kecerdasan interpersonal, maka guru harus mencintai profesinya. Menjadi guru benar-benar karena panggilan jiwa, bukan karena terpaksa. Berniat ikhlas untuk menebarkan ilmu dan kebaikan kepada para siswa bukan sekedar ingin mendapat gaji atau penghasilan.
Daftar Pustaka
tizarrahmawan.wordpress.com
www.ayahbunda.co.id
Suparno,Paul;Kanisius 2004;Teori Intelegensi Ganda dan aplikasinya di sekolah
Megawangi,Ratna,Dr.; Character Parenting Space;Mizan 2008
Kamis, 17 Februari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Pengertian Manajemen dan Manajemen Pendidikan
PENGERTIAN MANAJEMEN DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
A.Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Dari pengertian di atas timbul beberapa pertanyaan : apa yang diatur?, kenapa harus diatur?, siapa yang mengatur?, bagaimana mengaturnya?, bagaimana mengaturnya?, dimana harus diatur?. Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa kita liat dari buku karangan Drs.H.Malayu S.P. Hasibuan sebagai berikut:
• Yang diatur adalah semua unsur-unsur manajemen yang terdiri dari men,money,methods,materials,machine, and market, disingkat dengan 6M dan semua aktifitas yang ditimbulkannya dalam proses manajemen itu.
• Agar 6M lebih berdaya guna, berhasil guna, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
• Yang mengatur adalah pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui instruksi atau persuasi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkannya.
• Mengaturnya yaitu melalui proses dari urutan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian = planning, organizing, directing, and controlling).
• Dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah” (tempat) untuk mengatur 6M dan semua aktivitas proses manajemen dalam mencapai tujuannya.
Manajemen sama tuanya dengan peradaban di Yunani kuno dan kerajaan Romawi, ditemukan berbagai bukti dari manajemen dalam arsip sejarah pemerintahan, tentara dan pengadilan-pengadilan.Menjelang pertengahan pertama abad ke 19, manajemen sudah membuat kemajuan setara dengan peningkatan alat-alat produksi.
Salah satu karakteristik utama dari ilmu adalah ilmu bersifat rasional dan obyektif sebab telah diuji secara sistematis. Karena manajemen berhubungan dengan keadaan empiris dan manajemen seringkali terlibat dengan pengambilan keputusan maka manajemen harus bersikap adil, obyektif,rasional dan sistematis sehingga dengan demikian kehadiran ilmu sangat diperlukan dalam manajemen.
Para Pakar Manajemen mempunyai sikap,perhatian serta sudut pandang yang berbeda-beda tentang manajemen, dan jika sikap, perhatian dan sudut pandang para pakar ini dikelompokkan sebagai berikut :
1. Yang pertama, manajemen dipandang sebagai suatu proses kerjasama dari dua orang atau lebih.
2. Yang Kedua memandang manajemen sebagai suatu kumpulan dua orang atau lebih yang melakukan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
3. Yang ketiga memandang manajemen sebagai suatu seni mencapai tujuan dari dua orang atau lebih.
4. Yang keempat adalah memandang manajemen sebagai ilmu mempelajari kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Beberapa pengertian mengenai manajemen yang telah saya baca dari beberapa referensi adalah sebagai berikut:
1. Menurut H.Kusnadi., HMA,Marwan,Soelaiman S.Lana,H.Sumeidi Kadarisman,H. Dadang Suherman.Yang dimaksud dengan manajemen adalah setiap kerja dua orang atau lebih guna mencapai tujuan bersama dengan cara seefektif dan seefisien mungkin.
2. Menurut Drs.H. Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3. Menurut Andrew F. Sikula. Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilakn suatu produk atau jasa secara efisien.
4. Menurut G.R Terry. Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,pengorganisasian, pengarahan, dan pengemdalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
5. Menurut Harold Koontz dan Cyril O, Donnel. Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan Denikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain melalui perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian.
6. Pengertian Manajemen menurut G.R. Terry dan L.W. Rue dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Manajemen”.Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan- tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata..
7. Menurut Mary Parker Follet Manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan malalui orang lain. Definisi dari Mary ini mengandung pengertian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
8. Menurut James A.F Stoner Manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
9. Menurut Ir. Abrar Husen MT.Manajemen adalah suatu ilmu pengetahuan tentang seni memimpin orang yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengemdalian terhadap sumber-sumber daya terbatas dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran yang afektif dan efisien.
10. Menurut Prof. DR. Oemar Hamalik.Manajemen adalah ilmu mengelola sesuatu kegiatan yang skalanya bersifat kecil atau bersifat besar yang mempunyai ukuran tersendiri terhadap hasil akhir.
11. Hersey dan Blanchard mengemukakan manajemen adalah proses bekerja sama antar individu dan kelompok serta sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah sebagai aktifitas manajemen
12. Resey berpendapat bahwa manajemen adlah pemanfaatan sumber daya fisik dan manusia melalui usaha yang terkoordinasi dan diselesaikan dengan mengerjakan fungsi perencanaan, pengorganisasian,penyusunan staf, pengarahan dan pengawasan.
13. Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi.
Manajemen merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu.Manajemen adalah suatu proses kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasi.
Inti dari manajemen adalah kerjasama minimal dilakukan oleh dua orang atau lebih. Semakin besar organisasi maka akan semakin rumit sifat kerja dari organisasi itu. Karena kerja minimal dilakukan oleh dua orang maka tentunya dua orang tersebut telah mempunyai tujuan (keinginan) yang hendak dicapai. Jika dua orang telah berkumpul dan mempunyai tujuan maka kumpulan dua orang atau lebih dinamakan dengan organisasi.Oleh karena itu tidak akan ada manajemen jika tidak ada organisasi. Manajemen berasal dari bahasa Inggris Management dan di Indonesiakan dengan menejemen, manajemen, managemen, menegement, menyiasati dan meramu, akan tetapi yang paling banyak dipakai adalah manajemen.Sedangkan yang dimaksud dengan organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih dan sarana serta prasarana yang diikat pada satu kesatuan untuk mencapi tujuan yang telah ditetapkan bersama. Adapun yang dimaksud dengan manajer adalah orang yang aktifitas utamanya menjadi bagian utama dari proses manajemen. Secara lebih khusus seorang manajer adalah seseorang yang melakukan atau melaksanakan semua fungsi manajemen yang diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi.
Manajemen adalah ilmu pengetahuan maupun seni.Ada suatu pertumbuhan yang teratur mengenai manajemen-suatu ilmu pengetahuan-yang menjelaskan manajemen deangan pengacuan kepada kebenaran-kebenaran umum. Hubungan-hubungan sabab musabab antar “variable” dalam manajemen sudah ditentukan dan dan diungkapkan sebagai generalisasi takluk kepada penelitian selanjutnya dan disesuaikan dengan pengetahuan baru.
Seni adalah pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan.Ia adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan kemampuan manajemen. Seni manajemen menghendaki kreativitas,atas dasar dan dengan syarat suatu pengertian mengenal ilmu manajemen.Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan seni manajemen merupakan keomplemennya masing-masing. Jika yang satu meningkat, demikian pulalah harusnya yang lain, perlu ada satu keseimbangan antara keduanya.
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
2. Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni.
3. Manajemen merupakan proses yang sistematis,terkoordinasi, koperatif, dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsurnya
4. Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerjasama dalam suatu organisasi.
5. Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja,tugas, dan tanggung jawab.
6. Manajemen terdiri dari beberapa fungsi
7. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Pada dasarnya manajemen itu penting, sebab:
1. Pekerjaan berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri, sehingga diperlukan pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2. Perusahaan akan dapat berhasil baik,jika manajemen diterapkan dengan baik.
3. Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
4. Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan-pemborosan..
5. Manajemen menetapkan tujuan dan usaha untuk mewujudkan dengan memanfaatkan 6M dalam proses manajemen tersebut.
6. Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
7. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur
8. Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan
9. Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerja sama sekelompok orang.
MANAJEMEN PENDIDIKAN
B. Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan untuk saat ini merupakan hal yang perlu diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan sehingga menghasilakan keluaran yang diinginkan.
Menurut Dale yang mengutip beberapa pendapat ahli tentang pengertian manajemen, merincikan bahwa manajemen berarti:
1. Mengelola orang-orang
2. Pengambilan keputusan
3. Proses pengorganisasian dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang ditentukan
4. Pendapat pertama merupakan penanganan terhadap para anggota organisasi, sedangkan pendapat kedua dan ketiga mencakup para anggotanya dan materi.
Sedangkan definisi pendidikan secara luas terbatas adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, pemerintah, melalui kegiatan, bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan dating. Pendidikan merupakan pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal,non formal dan informal di sekolah dan luar sekolah yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar dikemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.
Dari pengertian di atas ,manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasi berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan,laboratorium,dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.
Ada sepuluh pengertian manajemen pendidikan dari berbagai referensi yang telah saya baca, yaitu:
1. Menurut Prof. DR. Oemar Hamalik.Manajemen pendidikan adalah suatu proses atau sistem organ peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan.
2. Menurut Prof. DR. H . Muhaimin,MA ; Hj. Suti’ah, MPd; Sugeng Listyo Prabowo, MPd.Manajemen Pendidikan merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
3. Menurut Zainal Aqib dalam bukunya yang berjudul “ Belajar dan Pembelajaran di Taman Kanak-kanak”Manajemen Pendidikan yaitu keseluruhan proses pendayagunaan semua sumber daya manusia maupun bukan sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan Instruksional pendidikan.
4. Menurut Drs. B. Suryosubroto.Manejemen Pendidikan dari segi Kepemimpinan, merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana dengan kemampuan yang dimiliki administrator pendidikan itu, ia dpt mlksnskn pencapaian tujuan pendidikan.
5. Menurut Redja Mudyaharjo dalam bukunya “Manajemen pendidikan adalah suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasaran pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.
6. Menurut Biro Perencanaan Depdikbud, manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya,yaitu manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, ketrampilan, kesehatan jasamani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta bertanggung jawab pada kemasyarakatan dan kebangsaan.
7. Menurut Engkoswara (2001); manajemen pendidikan adalahsuatu ilmu yang mempelajarai bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktifdan bagaimana menciptakan suasana bagi manusia yang turut serta didalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
8. Menurut Soebadio Atmodiwiryo (2000); manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
9. Menurut Djam’an Satori (1980); manajemen pendidikan ialah keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materiil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
10. Menurut Made Pidarta (1988); manajemen pendidikan ialah aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
Manajemen Pendidikan untuk Anak Usia Dini atau Taman Kanak-kanak pada dasarnya merupakan implementasi manajemen pendidikan , yaitu keseluruhan proses pendayagunaan semua sumber daya manusia maupun bukan manusia dalam rangka mencapai tujuan intsruksional pendidikan prasekoah. Sumber daya yang dimaksud adalah komponen-komponen dalam system pendidikan, seperti Program kegiatan belajar (PKB), Pembina, sarana, prasarana, uang dan komponen lainnya.
Tujuan manajemen pendidikan untuk Anak Usia dini atau taman kanak-kanak adalah agar sistem pendidikan berlangsung efektif dan efisien.
Komponen sistem pendidikan pada umumnya mencakup enam hal, yaitu :
1. manajemen program pembelajaran
2. manajemen kesiswaan
3. manajemen kepegawaian
4. manajemen sarana dan prasarana
5. manajemen keuangan
6. manajemen hubungan dengan masyarakat
Manajemen program pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
Di lembaga pendidikan taman kanak-kanak, pengaturan proses belajar mengajar itu didasarkan pada Garis-Garis Besar Program Kegiatan Belajar Mengajar (GBPKB) yang ditetapkan okeh Departemen Pendidikan Nasional.
Tujuan manajemen program pembelajaran adalah untuk menciptakan proses belajar mangajar yang dengan mudah direncanakan,diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik. Sehingga proses belajar mengajar tersebut dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Pengertian manajemen dan manajemen pendidikan menurut pendapat saya :
a. Pengertian Manajemen menurut pendapat saya adalah suatu ilmu pengetahuan atau seni memimpin orang dalam melaksanakan suatu pekerjaan yang melibatkan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
b. Pengertian Manajemen Pendidikan menurut pendapat saya ; Manajemen adalah seni atau ilmu mengelola sumber daya manusia (pendidik) untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
• H.Kusnadi.HMA,Marwan,Soelaiman,S.Lana,H.Sumeidi Kadarisman,H.Dadang Suherman , Pengantar MANAJEMEN (Konsepsual & Perilaku),2005.
• Drs.H.Malayu S.P. Hasibuan ,MANAJEMEN Dasar, Pengertian dan Masalah
• G.R. Terry dan L.W. Rue, Dasar-dasar manajemen, 1985
• alatsar/googlepages.com/manajemenpendidikan.pdf
• id.wikipedia.org/wiki/manajemen
• Zainal aqib, belajar dan pembelajaran di taman kanak-kanak,2009
• Bahan ajar, diklat tenaga pendidik PAUD non formal tingkat dasar,2008.
• alfabeta,manajemen pendidikan
• edukasi.kompasiana.com
• UU no 20 tentang sisdiknas dan perencanaannya,Yogyakarta,Media Wacana Press,2003
• Redja Mudyaharjo, Pengantar pendidikan, sebuah study awal tentang dasar-dasar pendidikan pada umumnya dan pendidikan di Indonesia”,PT. Raja Grafindo.
• Dr. Made Pidarta, manajemen pendidikan Indonesia, Bina Aksara
A.Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi, manajemen merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Dari pengertian di atas timbul beberapa pertanyaan : apa yang diatur?, kenapa harus diatur?, siapa yang mengatur?, bagaimana mengaturnya?, bagaimana mengaturnya?, dimana harus diatur?. Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa kita liat dari buku karangan Drs.H.Malayu S.P. Hasibuan sebagai berikut:
• Yang diatur adalah semua unsur-unsur manajemen yang terdiri dari men,money,methods,materials,machine, and market, disingkat dengan 6M dan semua aktifitas yang ditimbulkannya dalam proses manajemen itu.
• Agar 6M lebih berdaya guna, berhasil guna, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
• Yang mengatur adalah pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui instruksi atau persuasi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkannya.
• Mengaturnya yaitu melalui proses dari urutan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian = planning, organizing, directing, and controlling).
• Dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah” (tempat) untuk mengatur 6M dan semua aktivitas proses manajemen dalam mencapai tujuannya.
Manajemen sama tuanya dengan peradaban di Yunani kuno dan kerajaan Romawi, ditemukan berbagai bukti dari manajemen dalam arsip sejarah pemerintahan, tentara dan pengadilan-pengadilan.Menjelang pertengahan pertama abad ke 19, manajemen sudah membuat kemajuan setara dengan peningkatan alat-alat produksi.
Salah satu karakteristik utama dari ilmu adalah ilmu bersifat rasional dan obyektif sebab telah diuji secara sistematis. Karena manajemen berhubungan dengan keadaan empiris dan manajemen seringkali terlibat dengan pengambilan keputusan maka manajemen harus bersikap adil, obyektif,rasional dan sistematis sehingga dengan demikian kehadiran ilmu sangat diperlukan dalam manajemen.
Para Pakar Manajemen mempunyai sikap,perhatian serta sudut pandang yang berbeda-beda tentang manajemen, dan jika sikap, perhatian dan sudut pandang para pakar ini dikelompokkan sebagai berikut :
1. Yang pertama, manajemen dipandang sebagai suatu proses kerjasama dari dua orang atau lebih.
2. Yang Kedua memandang manajemen sebagai suatu kumpulan dua orang atau lebih yang melakukan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
3. Yang ketiga memandang manajemen sebagai suatu seni mencapai tujuan dari dua orang atau lebih.
4. Yang keempat adalah memandang manajemen sebagai ilmu mempelajari kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Beberapa pengertian mengenai manajemen yang telah saya baca dari beberapa referensi adalah sebagai berikut:
1. Menurut H.Kusnadi., HMA,Marwan,Soelaiman S.Lana,H.Sumeidi Kadarisman,H. Dadang Suherman.Yang dimaksud dengan manajemen adalah setiap kerja dua orang atau lebih guna mencapai tujuan bersama dengan cara seefektif dan seefisien mungkin.
2. Menurut Drs.H. Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3. Menurut Andrew F. Sikula. Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilakn suatu produk atau jasa secara efisien.
4. Menurut G.R Terry. Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,pengorganisasian, pengarahan, dan pengemdalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
5. Menurut Harold Koontz dan Cyril O, Donnel. Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan Denikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain melalui perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian.
6. Pengertian Manajemen menurut G.R. Terry dan L.W. Rue dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Manajemen”.Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan- tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata..
7. Menurut Mary Parker Follet Manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan malalui orang lain. Definisi dari Mary ini mengandung pengertian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
8. Menurut James A.F Stoner Manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
9. Menurut Ir. Abrar Husen MT.Manajemen adalah suatu ilmu pengetahuan tentang seni memimpin orang yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengemdalian terhadap sumber-sumber daya terbatas dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran yang afektif dan efisien.
10. Menurut Prof. DR. Oemar Hamalik.Manajemen adalah ilmu mengelola sesuatu kegiatan yang skalanya bersifat kecil atau bersifat besar yang mempunyai ukuran tersendiri terhadap hasil akhir.
11. Hersey dan Blanchard mengemukakan manajemen adalah proses bekerja sama antar individu dan kelompok serta sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan organisasi adalah sebagai aktifitas manajemen
12. Resey berpendapat bahwa manajemen adlah pemanfaatan sumber daya fisik dan manusia melalui usaha yang terkoordinasi dan diselesaikan dengan mengerjakan fungsi perencanaan, pengorganisasian,penyusunan staf, pengarahan dan pengawasan.
13. Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi.
Manajemen merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu.Manajemen adalah suatu proses kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasi.
Inti dari manajemen adalah kerjasama minimal dilakukan oleh dua orang atau lebih. Semakin besar organisasi maka akan semakin rumit sifat kerja dari organisasi itu. Karena kerja minimal dilakukan oleh dua orang maka tentunya dua orang tersebut telah mempunyai tujuan (keinginan) yang hendak dicapai. Jika dua orang telah berkumpul dan mempunyai tujuan maka kumpulan dua orang atau lebih dinamakan dengan organisasi.Oleh karena itu tidak akan ada manajemen jika tidak ada organisasi. Manajemen berasal dari bahasa Inggris Management dan di Indonesiakan dengan menejemen, manajemen, managemen, menegement, menyiasati dan meramu, akan tetapi yang paling banyak dipakai adalah manajemen.Sedangkan yang dimaksud dengan organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih dan sarana serta prasarana yang diikat pada satu kesatuan untuk mencapi tujuan yang telah ditetapkan bersama. Adapun yang dimaksud dengan manajer adalah orang yang aktifitas utamanya menjadi bagian utama dari proses manajemen. Secara lebih khusus seorang manajer adalah seseorang yang melakukan atau melaksanakan semua fungsi manajemen yang diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi.
Manajemen adalah ilmu pengetahuan maupun seni.Ada suatu pertumbuhan yang teratur mengenai manajemen-suatu ilmu pengetahuan-yang menjelaskan manajemen deangan pengacuan kepada kebenaran-kebenaran umum. Hubungan-hubungan sabab musabab antar “variable” dalam manajemen sudah ditentukan dan dan diungkapkan sebagai generalisasi takluk kepada penelitian selanjutnya dan disesuaikan dengan pengetahuan baru.
Seni adalah pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan.Ia adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan kemampuan manajemen. Seni manajemen menghendaki kreativitas,atas dasar dan dengan syarat suatu pengertian mengenal ilmu manajemen.Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan seni manajemen merupakan keomplemennya masing-masing. Jika yang satu meningkat, demikian pulalah harusnya yang lain, perlu ada satu keseimbangan antara keduanya.
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
2. Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni.
3. Manajemen merupakan proses yang sistematis,terkoordinasi, koperatif, dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsurnya
4. Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerjasama dalam suatu organisasi.
5. Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja,tugas, dan tanggung jawab.
6. Manajemen terdiri dari beberapa fungsi
7. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Pada dasarnya manajemen itu penting, sebab:
1. Pekerjaan berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri, sehingga diperlukan pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2. Perusahaan akan dapat berhasil baik,jika manajemen diterapkan dengan baik.
3. Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
4. Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan-pemborosan..
5. Manajemen menetapkan tujuan dan usaha untuk mewujudkan dengan memanfaatkan 6M dalam proses manajemen tersebut.
6. Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
7. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur
8. Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan
9. Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerja sama sekelompok orang.
MANAJEMEN PENDIDIKAN
B. Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan untuk saat ini merupakan hal yang perlu diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan sehingga menghasilakan keluaran yang diinginkan.
Menurut Dale yang mengutip beberapa pendapat ahli tentang pengertian manajemen, merincikan bahwa manajemen berarti:
1. Mengelola orang-orang
2. Pengambilan keputusan
3. Proses pengorganisasian dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang ditentukan
4. Pendapat pertama merupakan penanganan terhadap para anggota organisasi, sedangkan pendapat kedua dan ketiga mencakup para anggotanya dan materi.
Sedangkan definisi pendidikan secara luas terbatas adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, pemerintah, melalui kegiatan, bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan dating. Pendidikan merupakan pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal,non formal dan informal di sekolah dan luar sekolah yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar dikemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.
Dari pengertian di atas ,manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasi berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan,laboratorium,dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.
Ada sepuluh pengertian manajemen pendidikan dari berbagai referensi yang telah saya baca, yaitu:
1. Menurut Prof. DR. Oemar Hamalik.Manajemen pendidikan adalah suatu proses atau sistem organ peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan.
2. Menurut Prof. DR. H . Muhaimin,MA ; Hj. Suti’ah, MPd; Sugeng Listyo Prabowo, MPd.Manajemen Pendidikan merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
3. Menurut Zainal Aqib dalam bukunya yang berjudul “ Belajar dan Pembelajaran di Taman Kanak-kanak”Manajemen Pendidikan yaitu keseluruhan proses pendayagunaan semua sumber daya manusia maupun bukan sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan Instruksional pendidikan.
4. Menurut Drs. B. Suryosubroto.Manejemen Pendidikan dari segi Kepemimpinan, merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana dengan kemampuan yang dimiliki administrator pendidikan itu, ia dpt mlksnskn pencapaian tujuan pendidikan.
5. Menurut Redja Mudyaharjo dalam bukunya “Manajemen pendidikan adalah suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasaran pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.
6. Menurut Biro Perencanaan Depdikbud, manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya,yaitu manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, ketrampilan, kesehatan jasamani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta bertanggung jawab pada kemasyarakatan dan kebangsaan.
7. Menurut Engkoswara (2001); manajemen pendidikan adalahsuatu ilmu yang mempelajarai bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktifdan bagaimana menciptakan suasana bagi manusia yang turut serta didalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
8. Menurut Soebadio Atmodiwiryo (2000); manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
9. Menurut Djam’an Satori (1980); manajemen pendidikan ialah keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materiil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
10. Menurut Made Pidarta (1988); manajemen pendidikan ialah aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
Manajemen Pendidikan untuk Anak Usia Dini atau Taman Kanak-kanak pada dasarnya merupakan implementasi manajemen pendidikan , yaitu keseluruhan proses pendayagunaan semua sumber daya manusia maupun bukan manusia dalam rangka mencapai tujuan intsruksional pendidikan prasekoah. Sumber daya yang dimaksud adalah komponen-komponen dalam system pendidikan, seperti Program kegiatan belajar (PKB), Pembina, sarana, prasarana, uang dan komponen lainnya.
Tujuan manajemen pendidikan untuk Anak Usia dini atau taman kanak-kanak adalah agar sistem pendidikan berlangsung efektif dan efisien.
Komponen sistem pendidikan pada umumnya mencakup enam hal, yaitu :
1. manajemen program pembelajaran
2. manajemen kesiswaan
3. manajemen kepegawaian
4. manajemen sarana dan prasarana
5. manajemen keuangan
6. manajemen hubungan dengan masyarakat
Manajemen program pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
Di lembaga pendidikan taman kanak-kanak, pengaturan proses belajar mengajar itu didasarkan pada Garis-Garis Besar Program Kegiatan Belajar Mengajar (GBPKB) yang ditetapkan okeh Departemen Pendidikan Nasional.
Tujuan manajemen program pembelajaran adalah untuk menciptakan proses belajar mangajar yang dengan mudah direncanakan,diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik. Sehingga proses belajar mengajar tersebut dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Pengertian manajemen dan manajemen pendidikan menurut pendapat saya :
a. Pengertian Manajemen menurut pendapat saya adalah suatu ilmu pengetahuan atau seni memimpin orang dalam melaksanakan suatu pekerjaan yang melibatkan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
b. Pengertian Manajemen Pendidikan menurut pendapat saya ; Manajemen adalah seni atau ilmu mengelola sumber daya manusia (pendidik) untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
• H.Kusnadi.HMA,Marwan,Soelaiman,S.Lana,H.Sumeidi Kadarisman,H.Dadang Suherman , Pengantar MANAJEMEN (Konsepsual & Perilaku),2005.
• Drs.H.Malayu S.P. Hasibuan ,MANAJEMEN Dasar, Pengertian dan Masalah
• G.R. Terry dan L.W. Rue, Dasar-dasar manajemen, 1985
• alatsar/googlepages.com/manajemenpendidikan.pdf
• id.wikipedia.org/wiki/manajemen
• Zainal aqib, belajar dan pembelajaran di taman kanak-kanak,2009
• Bahan ajar, diklat tenaga pendidik PAUD non formal tingkat dasar,2008.
• alfabeta,manajemen pendidikan
• edukasi.kompasiana.com
• UU no 20 tentang sisdiknas dan perencanaannya,Yogyakarta,Media Wacana Press,2003
• Redja Mudyaharjo, Pengantar pendidikan, sebuah study awal tentang dasar-dasar pendidikan pada umumnya dan pendidikan di Indonesia”,PT. Raja Grafindo.
• Dr. Made Pidarta, manajemen pendidikan Indonesia, Bina Aksara
Jumat, 17 Desember 2010
PERKEMBANGAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI (USIA 4 – 6 TAHUN)
PERKEMBANGAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI
(USIA 4 – 6 TAHUN)
I. Pendahuluan
Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas.
Bahasa mencakup komunikasi non verbal dan komunikasi verbal serta dapat dipelajari secara teratur tergantung pada kematangan serta kesempatan belajar yang dimiliki seseorang, demikian juga bahasa merupakan landasan seorang anak untuk mempelajari hal-hal lain. Sebelum dia belajar pengetahuan-pengetahuan lain, dia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik . Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung kemampuan keaksaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Ada beberapa teori yang merupakan implementasi berbahasa ,antara lain:
1. Teori behaviorist
2. Teori Nativist
3. Teori Constructive
Mengajarkan bahasa sejak dini akan memudahkan bagi anak karena masa ini merupakan suatu periode yang sangat menakjubkan dimana terjadi pertumbuhan kosa kata yang sangat cepat bagi anak.
Dalam makalah ini akan dibahas secara rinci mengenai :
1. Pengertian bahasa
2. Karakteristik perkembangan bahasa anak
3. Tujuan dan fungsi bahasa anak
4. Prinsip-prinsip pengembangan bahasa
5. Ketrampilan berbahasa
6. Metoda pengembangan bahasa untuk Anak Usia Dini
II.DESKRIPSI MATERI
Implementasi Pengembangan Bahasa
Implementasi pengembangan bahasa pada anak tidak terlepas dari berbagai teori yang dikemukakan para ahli. Pemahaman akan berbagai teori dalam pengembangan bahasa dapat mempengaruhi dalam menerapkan metoda yang tepat bagi implementasi terhadap pengembangan bahasa anak itu sendiri sehingga diharapkan pendidik mampu mencari dan membuat bahan pengajaran yang sesuai dengan tingkat usia anak. Adapun beberapa teori yang dapat dijadikan rujukan dalam implementasi pembelajaran bahasa adalah:
1) Teori behaviorist oleh Skinner, mendefinisikan bahwa pembelajaran dipengaruhi oleh perilaku yang dibentuk oleh lingkungan eksternalnya, artinya pengetahuan merupakan hasil dari interaksi dengan lingkungannya melalui pengkondisian stimulus yang menimbulkan respon. Perubahan lingkungan pembelajaran dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku anak secara bertahap. Perilaku positif jika diperkuat cenderung untuk diulangi lagi karena pemberian penguatan secara berkala dan disesuaikan dengan kemampuan anak akan efektif untuk membentuk perilaku anak. Latihan yang diberikan kepada anak harus dalam bentuk pertanyaan (stimulus) dan jawaban (respon) yang dikenalkan anak melalui tahapan-tahapan, mulai dari yang sederhana sampai pada yang lebih rumit contoh: sistem pembelajaran drilling. Anak akan memberikan respon pada setiap pembelajaran dan dapat segera memberikan balikan. Di sini Pendidik perlu memberikan penguatan terhadap hasil kerja anak yang baik dengan pujian atau hadiah.
2) Teori Nativist oleh Chomsky, mengutarakan bahwa bahasa sudah ada di dalam diri anak. Pada saat seorang anak lahir, dia telah memiliki seperangkan kemampuan berbahasa yang disebut ‘Tata Bahasa Umum” atau ‘Universal Grammar’. Meskipun pengetahuan yang ada di dalam diri anak tidak mendapatkan banyak rangsangan, anak akan tetap dapat mempelajarinya. Anak tidak sekedar meniru bahasa yang dia dengarkan, tapi ia juga mampu menarik kesimpulan dari pola yang ada, hal ini karena anak memiliki sistem bahasa yang disebut Perangkat Penguasaan Bahasa (Language Acquisition Devise/LAD). Teori ini berpengaruh pada pembelajaran bahasa dimana anak perlu mendapatkan model pembelajaran bahasa sejak dini. Anak akan belajar bahasa dengan cepat sebelum usia 10 tahun apalagi menyangkut bahasa kedua (second language). Lebih dari usia 10 tahun, anak akan kesulitan dalam mempelajari bahasa.
3) Teori Constructive oleh Piaget, Vigotsky dan Gardner, menyatakan bahwa perkembangan kognisi dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain sehingga pengetahuan, nilai dan sikap anak akan berkembang. Anak memiliki perkembangan kognisi yang terbatas pada usia-usia tertentu, tetapi melalui interaksi sosial anak akan mengalami peningkatan kemampuan berpikir. Pengaruhnya dalam pembelajaran bahasa adalah anak akan dapat belajar dengan optimal jika diberikan kegiatan sementara anak melakukan kegiatan perlu didorong untuk sering berkomunikasi. Adanya anak yang lebih tua usianya atau orang dewasa yang mendampingi pembelajaran dan mengajak bercakap-cakap akan menolong anak menggunakan kemampuan berbahasa yang lebih tinggi atau melejitkan potensi kecerdasan bahasa yang sudah dimiliki anak. Oleh karena itu pendidik perlu menggunakan metode yang interaktif, menantang anak untuk meningkatkan pembelajaran dan menggunakan bahasa yang berkualitas.
Permainan yang dapat mendukung terciptanya rangsangan pada anak dalam berbahasa antara lain alat peraga berupa gambar yang terdapat pada buku atau poster, mendengarkan lagu atau nyanyian, menonton film atau mendengarkan suara kaset, membaca cerita (story reading/story telling) ataupun mendongeng. Semua aktivitas yang dapat merangsang kemampuan anak dalam berbahasa dapat diciptakan sendiri oleh pendidik. Pendidik dapat berimprovisasi dan mengembangkan sendiri dengan cara menerapkannya kepada anak sesuai dengan kondisi dan lingkungannya
Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain. Pendidik perlu menerapkan ide-ide yang dimilikinya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, memberikan contoh penggunaan bahasa dengan benar, menstimulasi perkembangan bahasa anak dengan berkomunikasi secara aktif. Anak terus perlu dilatih untuk berpikir dan menyelesaikan masalah melalui bahasa yang dimilikinya. Kegiatan nyata yang diperkuat dengan komunikasi akan terus meningkatkan kemampuan bahasa anak. Lebih daripada itu, anak harus ditempatkan di posisi yang terutama, sebagai pusat pembelajaran yang perlu dikembangkan potensinya. Anak belajar bahasa perlu menggunakan berbagai strategi misalnya dengan permainan-permainan yang bertujuan mengembangkan bahasa anak dan penggunaan media-media yang beragam yang mendukung pembelajaran bahasa. Anak akan mendapatkan pengalaman bermakna dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dimana pembelajaran yang menyenangkan akan menjadi bagian dalam hidup anak.
A.Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Melalui bahasa manusia dapat berinteraksi dan berkomunikasi mengemukakan hasil pemikirannya dan dapat mengekspresikan perasaannya. Dengan bahasa orang dapat membuka cakrawala berfikir dan mengmbangakan wawasannya. Anak-anak belajar bahasa melalui interaksi dengan lingkungannya baik lingkungan rumah,sekolah, atau masyrakat. Di sekolah anak belajar bahsa melalui interaksi dengan guru, teman sebaya dan orang dewasa lainnya. Guru atau pendidik anak usia dini perlu memahami tentang perkembangan dan pengembangan bahasa anak.
Menurut Ensiklopedia Indonesia (1980) bahasa adalah kumpulan kata dan aturan yang tetap di dalam menggabungkannya berupa kalimat, merupakan system bunyi yang melambangkan pengertian-pengertian tertentu.
Menurut Fred Ebbeck (1989) bahasa dapat dimaknai sebagai suatu system tanda,baik lisan maupun tulisan merupakan system komunikasi antar manusia.
Menurut Yus Badudu (1989) bahasa merupakan alat penghubung atau komunikasi antar anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang menyatakan perasaan, dan keinginannya. Bahasa sebagai suatu system lambing bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Lebih lanjut menurut Broomly dalam Nurbiana Dieni dkk (2005) mendefinisikan bahasa sebagai system simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun verbal.
Pendapat lain tentang bahasa dikemukakan oleh Eliason (1994) bahwa bahasa meliputi berbicara, menyimak,menulis dan ketrampilan membaca. Sedangkan menurut Hui Ling Chua (2003) bahasa memungkinkan anak untuk menterjemahkan pengalaman mentah ke dalam symbol-simbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berfikir.Menurut Eliason, bahasa adalah alat untuk berfikir, mengekspresikan diri dan berkomunikasi.
B. Perkembangan Bahasa Anak
Menurut Eliason (1994) perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman,penguasaan dan pertumbuhan bahasa.Anak belajar bahasa sejak masa bayi sebelum belajar berbicara mereka berkomunikasi melalui tangisan, senyuman dan gerakan badan.
Belajar bahasa sangat krusial terjadi pada usia sebelum enam tahun. Oleh karena itu pendidikan Anak Usia Dini merupakan wahana yang sangat penting dalam mengembangkan bahasa anak sehingga kondisi ini bisa memfasilitasi pengembangan ketrampilan berbahasa pada anak usia dini. Anak memperoleh bahasa dari lingkungan keluarga dan lingkungan tetangga. Dengan kosa kata yang mereka miliki pertumbuhan kosa kata anak akan tumbuh dengan cepat seperti dikemukan oleh Sroufe(1996) pertumbuhan kosa kata anak akan lebihcepat setelah mereka mulai berbicara.
C. Tujuan Pengembangan Bahasa bagi Anak Usia Dini
Pengembangan kemampuan berbahasa bagi Anak Usia Dini bertujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkunagn di sekitar anak antara lain teman sebaya, teman bermain,orang dewasa, baik yanga da di sekolah, di rumah, maupun dengan tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
Kemampuan bahasa Anak Usia Dini diperoleh dan dipelajari anak secara alami untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga anak akan ammpu bersosialisasi, berinteraksi dan merespon orang lain.
D. Fungsi Bahasa bagi anak
Fungsi bahasa bagi Anak Usia Dini adalah sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kemampuan dasar anak.
Secara khusus Gardner mengemukakan bahwa fungsi bahasa bagi anak usia Dini adlah untuk mengembangkan ekspresi,perasaan. Imajinasi dan pikiran.
DEPDIKNAS (2000) menjelaskan fungsi pengembangan kemampuan berbahasa bagi anak Usia Dini anatara lain:
1. Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan
2. Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak
3. Sebagai alat untuk mengembangkan ekspresi anak
4. Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain
Tujuan khusus komunikasi bagi anak meliputi : Bahasa reseftif, bahasa ekspresif, komunikasi verbal,mengingat dan membedakan.
1, Bahasa Reseftif
Yang dimaksud dengan bahasa reseftif adalah bahasa pasif. Tujuan khusus bahasa reseftif
a. Membantu anak mengembangkan kemampuan mendengarkan,contohnya mendengarkan cerita, nyanyian dan sebagainya.
b. Membantu anak mengindentifikasi konsep melalui pemahaman pelabelan kata-kata.
c. Meningkatkan kemampuan untuk merespon pembelajaran langsung contohnya bagaiman anak dapat menjawab atau merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.
d. Membantu anak untuk mereaksi setiap komunikasi lainnya contohnya anak dapat memberi respon atau reaksi ketika ia berinteraksi dengan lingkungannya baik dengan guru, orang tua atau teman sebayanya.
2. Bahasa ekspresif
a. Membantu anak mengekspresikan kebutuhan, keinginan dan perasaan secara verbal.
b. Mendorong anak untuk berbicara secara lebih jelas dan tegas sehingga mudah dipahami.
c. Mendorong kepasihan berbahasa. Anak harus belajar bahasa yang pasih baik ucapan maupun susunan kalimatnya sehingga mudah dimengerti oleh orang lain melalui pemberian contoh guru sendiri menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
d. Membantu anak memahami bahwa komunikasi tesebut dapat berpengaruh secara lebih efektif terhadap lingkungan sosial dan lingkungan anak.
3. Komunikasi non verbal
a. Membantu anak untuk mengeksresikan perasaan dan emosinya melalui ekspresi wajah.
b. Membantu anak mengeksresikan keinginan dan kebutuhannya melalui gerak tubuh dan tangan.
c. Mendorong anak untuk menggunakan kontak mata ketika berinteraksi dengan orang lain.
4. Mengingat dan membedakan
a. Mengajar anak untuk membedakan antara tipr/nada/kerasnya bunyi,
b. Membantu anak untuk mengulang dan meniru pola mimik.
c. Membantu anak mengirim pesan verbal yang kompleks
d.Meningkatkan kemampuan anak untuk mengingat, membangun dan mengurutkan.
E. Prinsip Pengembangan Bahasa
Dalam mengembangkan bahasa Anak Usia Dini perlu memperhatikan prinsip sebagai berikut:
Sesuaikan dengan tema kegiatan dan lingkungan terdekat.Misalnya tentang jenis-jenis kendaraan,bagian-bagian kendaraan, gunanya,warnanya dll.
1. Pembelajaran harus berorientasi pada kemampuan yang hendak dicapai sesuai potensi anak. Misalnya anak dapat menyebutkan makanan khas kota Bandung,
2. Tumbuhkan kebebasan dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan dikaitkan dengan spontanitas. Misalnya anak dapat mengungkapkan pengalamannya yang berkaitan dengan naik kendaraan.
3. Diberikan alternatif pikiran dalam mengungkapkan isi hatinya. Apabila anak sulit untuk mengungkapkan pikirannnya dengan kata-kata bisa dilakukan melalui tulisan atau gambar.
4. Komunikasi guru dan anak akrab dan menyenangkan
5. Guru menguasai pengembangan bahasa
6. Guru bersikap normatif, model, contoh pengguna bahasa Indonesia yang baik dan benar
7. Bahan pembelajaran membantu pengembangan kemampuan dasar anak
8. Tidak menggunakan huruf satu-satu secara formal.
F. Konteks Pengembangan Bahasa
Konteks Pengembangan bahasa atau yang dikenal dengan ketrampilan berbahasa meliputi:
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis
G. Metoda Pengembangan bahasa Anak Usia Dini
Metoda yang digunakan guru dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini.
1. Metoda bercerita
a. Pengertian
Metoda bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi Anak Usia Dini dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik dan mengundang perhatian anak.
Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk Anak Usia Dini, haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak, sehingga anak memahami isi cerita tersebut
2. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira.lucu dan mengasyikan sesuai dengan kehidupan anak yang penuh suka cita.
3. Kegiatan bercerita diusahakan menjadi pengalaman yang bersifat unik dan menarik bagi anak.
Untuk dapat bercerita dengan baik, pendidik harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Menguasai isi cerita secara tuntas
2. Memiliki ketrampilan bercerita
3. Berlatih dalam irama dan modulasi suara secara terus-menerus
4. Menggunakan perlengkapan yang menarik perhatian anak
5. Menciptakan situasi emosional sesuai dengan tuntutan cerita.
Teknik-teknik yang bisa digunakan guru dalam membacakan cerita:
1. Membaca langsung dari buku cerita
2. Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dari buku
3. Menceritakan dongeng
4. Bercerita dengan papan flannel
5. Bercerita dengan menggunakan media boneka
6. Dramatisasi suatu cerita
7. Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan
b. Manfaat bercerita bagi anak:
1. Bagi Anak Usia Dini mendenganrkan cerita yang menarik yang dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengaksyikan.
2. Guru dapat menanmkan kegiatan bercerita untuk menanamkan kejujuran, keberanian,kesetiaan, keramahan,ketulusan,dan sikap-sikap positif yang lain daalm kehidupan lingkungan keluarga, sekolah dan luar sekolah.
3. Memberikan sejumlah pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan keagamaan.
4. Memberikan pengalaman untuk belajar dan berlatih mendengarkan
5. Memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif, efektif maupun psikomotorik.
6. Memungkinkan dimensi perasaan anak.
7. Memberika informasi tentang kehidupan sosial anak dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dengan bermacam pekerjaan.
8. Membantu anak membangun bermacam peran yang mungkin dipilih anak, dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat.
c. Tujuan Kegiatan Bercerita bagi Anak Usia Dini :
1. Menanamkan pesan-pesan atau nila-nilai sosial, moral dan agama yang terkandung dalam sebuah cerita.
2. Guru memberikan informasi tentang lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang perlu diketahui oleh anak.
d. Tema Kegiatan bercerita bagi Anak Usia Dini
Tema yang dipilih sebagai materi sangatlah banyak dan beragam, diantaranya adalah tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan anak sehari-hari.
e. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Bercerita:
1. Menetapkan tujuan dan tema cerita
2. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih
3. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita
4. Menetapkan langkah-langkah kegiatan bercerita
2.Metoda Bercakap-cakap
a. Pengertian Metoda
Metoda bercakap-cakap merupakan suatu penyampaian pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap antara guru dengan anak.
Tujuan meroda bercakap-cakap menurut Moeslihatun (1999) adalah:
1. Mengmbangkan kecakapan dan keberanian anak dalam menyampaikan pendapat kepada siapapun.
2. memberi kesempatan pada anak untuk berekspresi secara lisan
3. Memperbaiki lafal dan ucapan anak
4. Mengembangka intelegensi anak
5. Menambah perbendaharaan kosa kata
6. Melatih daya tangkap
7. Melatih daya fikir dan fantasi anak
8. Menambah pengetahuan dan pengalaman anak
9. Memberikan kesenangan pada anak
10. Merangsang anak untuk belajar membaca dan menulis
b. Bentuk metoda bercakap-cakap
1). Bercakap-cakap bebas
2). Bercakap-cakap menurut pokok bahasan
3). Bercakap-cakap dengan menggunakan gambar seri
3. Metoda tanya jawab
Metoda tanya jawab biasanya dapat digunakan dengan metoda lain yang disebut metoda bantu.Menurut Depdikbud (1998) adalah suatu metoda dalam pengembangan bahasa yang dapat memberi rangsangan agar anak aktif untuk berfikir, melalui pertanyaan-pertanyan guru, anak akan berusaha memahaminya dan menenukan jawabannya.
5. Metoda bermain Peran
Metoda bermain peran merupakan salah satu metoda yang dapat digunakan dalam mengmbangkan kemampuan bahasa dimana diupayakan untuk membantu anak dalam menemukan makna dari lingkungan yang bermanfaat dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan kelompok sebayanya.
Kesimpulan:
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi, dapat digunakan untuk berfikir, mengekspresikan perasaan dan melalui bahasa dapat menerima pikiran dan perasaan orang lain.
Perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman, penguasaan dan pertumbuhan bahasa.
Pengembangan kemampuan berbahasa bagi Anak Usia Dini bertujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya.
Konteks pengembangan bahasa meliputi: mendengarkan , berbicara, membaca, dan menulis dini. Dalam mengembangkan kemampuan bahas anak, guru/tutor dapat memilih strategi dan metoda secara bervariasi. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa adalah kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan mendengarkan, berbicara dam menulis. Metoda bercerita merupakan salah satu metoda yang banyak dipergunakan untuk Anak Usia Dini.Cerita yang dibawakan guru harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidaj lepas dari tujuan pendidikan bagi Anak Usia Dini.
Daftar Pustaka
Bahan Ajar, Diklat Tenaga Pendidik PAUD Nonformal tingkat dasar (2008)
(USIA 4 – 6 TAHUN)
I. Pendahuluan
Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas.
Bahasa mencakup komunikasi non verbal dan komunikasi verbal serta dapat dipelajari secara teratur tergantung pada kematangan serta kesempatan belajar yang dimiliki seseorang, demikian juga bahasa merupakan landasan seorang anak untuk mempelajari hal-hal lain. Sebelum dia belajar pengetahuan-pengetahuan lain, dia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik . Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung kemampuan keaksaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Ada beberapa teori yang merupakan implementasi berbahasa ,antara lain:
1. Teori behaviorist
2. Teori Nativist
3. Teori Constructive
Mengajarkan bahasa sejak dini akan memudahkan bagi anak karena masa ini merupakan suatu periode yang sangat menakjubkan dimana terjadi pertumbuhan kosa kata yang sangat cepat bagi anak.
Dalam makalah ini akan dibahas secara rinci mengenai :
1. Pengertian bahasa
2. Karakteristik perkembangan bahasa anak
3. Tujuan dan fungsi bahasa anak
4. Prinsip-prinsip pengembangan bahasa
5. Ketrampilan berbahasa
6. Metoda pengembangan bahasa untuk Anak Usia Dini
II.DESKRIPSI MATERI
Implementasi Pengembangan Bahasa
Implementasi pengembangan bahasa pada anak tidak terlepas dari berbagai teori yang dikemukakan para ahli. Pemahaman akan berbagai teori dalam pengembangan bahasa dapat mempengaruhi dalam menerapkan metoda yang tepat bagi implementasi terhadap pengembangan bahasa anak itu sendiri sehingga diharapkan pendidik mampu mencari dan membuat bahan pengajaran yang sesuai dengan tingkat usia anak. Adapun beberapa teori yang dapat dijadikan rujukan dalam implementasi pembelajaran bahasa adalah:
1) Teori behaviorist oleh Skinner, mendefinisikan bahwa pembelajaran dipengaruhi oleh perilaku yang dibentuk oleh lingkungan eksternalnya, artinya pengetahuan merupakan hasil dari interaksi dengan lingkungannya melalui pengkondisian stimulus yang menimbulkan respon. Perubahan lingkungan pembelajaran dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku anak secara bertahap. Perilaku positif jika diperkuat cenderung untuk diulangi lagi karena pemberian penguatan secara berkala dan disesuaikan dengan kemampuan anak akan efektif untuk membentuk perilaku anak. Latihan yang diberikan kepada anak harus dalam bentuk pertanyaan (stimulus) dan jawaban (respon) yang dikenalkan anak melalui tahapan-tahapan, mulai dari yang sederhana sampai pada yang lebih rumit contoh: sistem pembelajaran drilling. Anak akan memberikan respon pada setiap pembelajaran dan dapat segera memberikan balikan. Di sini Pendidik perlu memberikan penguatan terhadap hasil kerja anak yang baik dengan pujian atau hadiah.
2) Teori Nativist oleh Chomsky, mengutarakan bahwa bahasa sudah ada di dalam diri anak. Pada saat seorang anak lahir, dia telah memiliki seperangkan kemampuan berbahasa yang disebut ‘Tata Bahasa Umum” atau ‘Universal Grammar’. Meskipun pengetahuan yang ada di dalam diri anak tidak mendapatkan banyak rangsangan, anak akan tetap dapat mempelajarinya. Anak tidak sekedar meniru bahasa yang dia dengarkan, tapi ia juga mampu menarik kesimpulan dari pola yang ada, hal ini karena anak memiliki sistem bahasa yang disebut Perangkat Penguasaan Bahasa (Language Acquisition Devise/LAD). Teori ini berpengaruh pada pembelajaran bahasa dimana anak perlu mendapatkan model pembelajaran bahasa sejak dini. Anak akan belajar bahasa dengan cepat sebelum usia 10 tahun apalagi menyangkut bahasa kedua (second language). Lebih dari usia 10 tahun, anak akan kesulitan dalam mempelajari bahasa.
3) Teori Constructive oleh Piaget, Vigotsky dan Gardner, menyatakan bahwa perkembangan kognisi dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain sehingga pengetahuan, nilai dan sikap anak akan berkembang. Anak memiliki perkembangan kognisi yang terbatas pada usia-usia tertentu, tetapi melalui interaksi sosial anak akan mengalami peningkatan kemampuan berpikir. Pengaruhnya dalam pembelajaran bahasa adalah anak akan dapat belajar dengan optimal jika diberikan kegiatan sementara anak melakukan kegiatan perlu didorong untuk sering berkomunikasi. Adanya anak yang lebih tua usianya atau orang dewasa yang mendampingi pembelajaran dan mengajak bercakap-cakap akan menolong anak menggunakan kemampuan berbahasa yang lebih tinggi atau melejitkan potensi kecerdasan bahasa yang sudah dimiliki anak. Oleh karena itu pendidik perlu menggunakan metode yang interaktif, menantang anak untuk meningkatkan pembelajaran dan menggunakan bahasa yang berkualitas.
Permainan yang dapat mendukung terciptanya rangsangan pada anak dalam berbahasa antara lain alat peraga berupa gambar yang terdapat pada buku atau poster, mendengarkan lagu atau nyanyian, menonton film atau mendengarkan suara kaset, membaca cerita (story reading/story telling) ataupun mendongeng. Semua aktivitas yang dapat merangsang kemampuan anak dalam berbahasa dapat diciptakan sendiri oleh pendidik. Pendidik dapat berimprovisasi dan mengembangkan sendiri dengan cara menerapkannya kepada anak sesuai dengan kondisi dan lingkungannya
Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang lain. Pendidik perlu menerapkan ide-ide yang dimilikinya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, memberikan contoh penggunaan bahasa dengan benar, menstimulasi perkembangan bahasa anak dengan berkomunikasi secara aktif. Anak terus perlu dilatih untuk berpikir dan menyelesaikan masalah melalui bahasa yang dimilikinya. Kegiatan nyata yang diperkuat dengan komunikasi akan terus meningkatkan kemampuan bahasa anak. Lebih daripada itu, anak harus ditempatkan di posisi yang terutama, sebagai pusat pembelajaran yang perlu dikembangkan potensinya. Anak belajar bahasa perlu menggunakan berbagai strategi misalnya dengan permainan-permainan yang bertujuan mengembangkan bahasa anak dan penggunaan media-media yang beragam yang mendukung pembelajaran bahasa. Anak akan mendapatkan pengalaman bermakna dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dimana pembelajaran yang menyenangkan akan menjadi bagian dalam hidup anak.
A.Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Melalui bahasa manusia dapat berinteraksi dan berkomunikasi mengemukakan hasil pemikirannya dan dapat mengekspresikan perasaannya. Dengan bahasa orang dapat membuka cakrawala berfikir dan mengmbangakan wawasannya. Anak-anak belajar bahasa melalui interaksi dengan lingkungannya baik lingkungan rumah,sekolah, atau masyrakat. Di sekolah anak belajar bahsa melalui interaksi dengan guru, teman sebaya dan orang dewasa lainnya. Guru atau pendidik anak usia dini perlu memahami tentang perkembangan dan pengembangan bahasa anak.
Menurut Ensiklopedia Indonesia (1980) bahasa adalah kumpulan kata dan aturan yang tetap di dalam menggabungkannya berupa kalimat, merupakan system bunyi yang melambangkan pengertian-pengertian tertentu.
Menurut Fred Ebbeck (1989) bahasa dapat dimaknai sebagai suatu system tanda,baik lisan maupun tulisan merupakan system komunikasi antar manusia.
Menurut Yus Badudu (1989) bahasa merupakan alat penghubung atau komunikasi antar anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang menyatakan perasaan, dan keinginannya. Bahasa sebagai suatu system lambing bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Lebih lanjut menurut Broomly dalam Nurbiana Dieni dkk (2005) mendefinisikan bahasa sebagai system simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun verbal.
Pendapat lain tentang bahasa dikemukakan oleh Eliason (1994) bahwa bahasa meliputi berbicara, menyimak,menulis dan ketrampilan membaca. Sedangkan menurut Hui Ling Chua (2003) bahasa memungkinkan anak untuk menterjemahkan pengalaman mentah ke dalam symbol-simbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berfikir.Menurut Eliason, bahasa adalah alat untuk berfikir, mengekspresikan diri dan berkomunikasi.
B. Perkembangan Bahasa Anak
Menurut Eliason (1994) perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman,penguasaan dan pertumbuhan bahasa.Anak belajar bahasa sejak masa bayi sebelum belajar berbicara mereka berkomunikasi melalui tangisan, senyuman dan gerakan badan.
Belajar bahasa sangat krusial terjadi pada usia sebelum enam tahun. Oleh karena itu pendidikan Anak Usia Dini merupakan wahana yang sangat penting dalam mengembangkan bahasa anak sehingga kondisi ini bisa memfasilitasi pengembangan ketrampilan berbahasa pada anak usia dini. Anak memperoleh bahasa dari lingkungan keluarga dan lingkungan tetangga. Dengan kosa kata yang mereka miliki pertumbuhan kosa kata anak akan tumbuh dengan cepat seperti dikemukan oleh Sroufe(1996) pertumbuhan kosa kata anak akan lebihcepat setelah mereka mulai berbicara.
C. Tujuan Pengembangan Bahasa bagi Anak Usia Dini
Pengembangan kemampuan berbahasa bagi Anak Usia Dini bertujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkunagn di sekitar anak antara lain teman sebaya, teman bermain,orang dewasa, baik yanga da di sekolah, di rumah, maupun dengan tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
Kemampuan bahasa Anak Usia Dini diperoleh dan dipelajari anak secara alami untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga anak akan ammpu bersosialisasi, berinteraksi dan merespon orang lain.
D. Fungsi Bahasa bagi anak
Fungsi bahasa bagi Anak Usia Dini adalah sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kemampuan dasar anak.
Secara khusus Gardner mengemukakan bahwa fungsi bahasa bagi anak usia Dini adlah untuk mengembangkan ekspresi,perasaan. Imajinasi dan pikiran.
DEPDIKNAS (2000) menjelaskan fungsi pengembangan kemampuan berbahasa bagi anak Usia Dini anatara lain:
1. Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan
2. Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak
3. Sebagai alat untuk mengembangkan ekspresi anak
4. Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain
Tujuan khusus komunikasi bagi anak meliputi : Bahasa reseftif, bahasa ekspresif, komunikasi verbal,mengingat dan membedakan.
1, Bahasa Reseftif
Yang dimaksud dengan bahasa reseftif adalah bahasa pasif. Tujuan khusus bahasa reseftif
a. Membantu anak mengembangkan kemampuan mendengarkan,contohnya mendengarkan cerita, nyanyian dan sebagainya.
b. Membantu anak mengindentifikasi konsep melalui pemahaman pelabelan kata-kata.
c. Meningkatkan kemampuan untuk merespon pembelajaran langsung contohnya bagaiman anak dapat menjawab atau merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.
d. Membantu anak untuk mereaksi setiap komunikasi lainnya contohnya anak dapat memberi respon atau reaksi ketika ia berinteraksi dengan lingkungannya baik dengan guru, orang tua atau teman sebayanya.
2. Bahasa ekspresif
a. Membantu anak mengekspresikan kebutuhan, keinginan dan perasaan secara verbal.
b. Mendorong anak untuk berbicara secara lebih jelas dan tegas sehingga mudah dipahami.
c. Mendorong kepasihan berbahasa. Anak harus belajar bahasa yang pasih baik ucapan maupun susunan kalimatnya sehingga mudah dimengerti oleh orang lain melalui pemberian contoh guru sendiri menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
d. Membantu anak memahami bahwa komunikasi tesebut dapat berpengaruh secara lebih efektif terhadap lingkungan sosial dan lingkungan anak.
3. Komunikasi non verbal
a. Membantu anak untuk mengeksresikan perasaan dan emosinya melalui ekspresi wajah.
b. Membantu anak mengeksresikan keinginan dan kebutuhannya melalui gerak tubuh dan tangan.
c. Mendorong anak untuk menggunakan kontak mata ketika berinteraksi dengan orang lain.
4. Mengingat dan membedakan
a. Mengajar anak untuk membedakan antara tipr/nada/kerasnya bunyi,
b. Membantu anak untuk mengulang dan meniru pola mimik.
c. Membantu anak mengirim pesan verbal yang kompleks
d.Meningkatkan kemampuan anak untuk mengingat, membangun dan mengurutkan.
E. Prinsip Pengembangan Bahasa
Dalam mengembangkan bahasa Anak Usia Dini perlu memperhatikan prinsip sebagai berikut:
Sesuaikan dengan tema kegiatan dan lingkungan terdekat.Misalnya tentang jenis-jenis kendaraan,bagian-bagian kendaraan, gunanya,warnanya dll.
1. Pembelajaran harus berorientasi pada kemampuan yang hendak dicapai sesuai potensi anak. Misalnya anak dapat menyebutkan makanan khas kota Bandung,
2. Tumbuhkan kebebasan dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan dikaitkan dengan spontanitas. Misalnya anak dapat mengungkapkan pengalamannya yang berkaitan dengan naik kendaraan.
3. Diberikan alternatif pikiran dalam mengungkapkan isi hatinya. Apabila anak sulit untuk mengungkapkan pikirannnya dengan kata-kata bisa dilakukan melalui tulisan atau gambar.
4. Komunikasi guru dan anak akrab dan menyenangkan
5. Guru menguasai pengembangan bahasa
6. Guru bersikap normatif, model, contoh pengguna bahasa Indonesia yang baik dan benar
7. Bahan pembelajaran membantu pengembangan kemampuan dasar anak
8. Tidak menggunakan huruf satu-satu secara formal.
F. Konteks Pengembangan Bahasa
Konteks Pengembangan bahasa atau yang dikenal dengan ketrampilan berbahasa meliputi:
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis
G. Metoda Pengembangan bahasa Anak Usia Dini
Metoda yang digunakan guru dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini.
1. Metoda bercerita
a. Pengertian
Metoda bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi Anak Usia Dini dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik dan mengundang perhatian anak.
Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk Anak Usia Dini, haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak, sehingga anak memahami isi cerita tersebut
2. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira.lucu dan mengasyikan sesuai dengan kehidupan anak yang penuh suka cita.
3. Kegiatan bercerita diusahakan menjadi pengalaman yang bersifat unik dan menarik bagi anak.
Untuk dapat bercerita dengan baik, pendidik harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Menguasai isi cerita secara tuntas
2. Memiliki ketrampilan bercerita
3. Berlatih dalam irama dan modulasi suara secara terus-menerus
4. Menggunakan perlengkapan yang menarik perhatian anak
5. Menciptakan situasi emosional sesuai dengan tuntutan cerita.
Teknik-teknik yang bisa digunakan guru dalam membacakan cerita:
1. Membaca langsung dari buku cerita
2. Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dari buku
3. Menceritakan dongeng
4. Bercerita dengan papan flannel
5. Bercerita dengan menggunakan media boneka
6. Dramatisasi suatu cerita
7. Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan
b. Manfaat bercerita bagi anak:
1. Bagi Anak Usia Dini mendenganrkan cerita yang menarik yang dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengaksyikan.
2. Guru dapat menanmkan kegiatan bercerita untuk menanamkan kejujuran, keberanian,kesetiaan, keramahan,ketulusan,dan sikap-sikap positif yang lain daalm kehidupan lingkungan keluarga, sekolah dan luar sekolah.
3. Memberikan sejumlah pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan keagamaan.
4. Memberikan pengalaman untuk belajar dan berlatih mendengarkan
5. Memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif, efektif maupun psikomotorik.
6. Memungkinkan dimensi perasaan anak.
7. Memberika informasi tentang kehidupan sosial anak dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dengan bermacam pekerjaan.
8. Membantu anak membangun bermacam peran yang mungkin dipilih anak, dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat.
c. Tujuan Kegiatan Bercerita bagi Anak Usia Dini :
1. Menanamkan pesan-pesan atau nila-nilai sosial, moral dan agama yang terkandung dalam sebuah cerita.
2. Guru memberikan informasi tentang lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang perlu diketahui oleh anak.
d. Tema Kegiatan bercerita bagi Anak Usia Dini
Tema yang dipilih sebagai materi sangatlah banyak dan beragam, diantaranya adalah tema-tema yang berkaitan dengan kehidupan anak sehari-hari.
e. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Bercerita:
1. Menetapkan tujuan dan tema cerita
2. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih
3. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita
4. Menetapkan langkah-langkah kegiatan bercerita
2.Metoda Bercakap-cakap
a. Pengertian Metoda
Metoda bercakap-cakap merupakan suatu penyampaian pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap antara guru dengan anak.
Tujuan meroda bercakap-cakap menurut Moeslihatun (1999) adalah:
1. Mengmbangkan kecakapan dan keberanian anak dalam menyampaikan pendapat kepada siapapun.
2. memberi kesempatan pada anak untuk berekspresi secara lisan
3. Memperbaiki lafal dan ucapan anak
4. Mengembangka intelegensi anak
5. Menambah perbendaharaan kosa kata
6. Melatih daya tangkap
7. Melatih daya fikir dan fantasi anak
8. Menambah pengetahuan dan pengalaman anak
9. Memberikan kesenangan pada anak
10. Merangsang anak untuk belajar membaca dan menulis
b. Bentuk metoda bercakap-cakap
1). Bercakap-cakap bebas
2). Bercakap-cakap menurut pokok bahasan
3). Bercakap-cakap dengan menggunakan gambar seri
3. Metoda tanya jawab
Metoda tanya jawab biasanya dapat digunakan dengan metoda lain yang disebut metoda bantu.Menurut Depdikbud (1998) adalah suatu metoda dalam pengembangan bahasa yang dapat memberi rangsangan agar anak aktif untuk berfikir, melalui pertanyaan-pertanyan guru, anak akan berusaha memahaminya dan menenukan jawabannya.
5. Metoda bermain Peran
Metoda bermain peran merupakan salah satu metoda yang dapat digunakan dalam mengmbangkan kemampuan bahasa dimana diupayakan untuk membantu anak dalam menemukan makna dari lingkungan yang bermanfaat dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan kelompok sebayanya.
Kesimpulan:
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi, dapat digunakan untuk berfikir, mengekspresikan perasaan dan melalui bahasa dapat menerima pikiran dan perasaan orang lain.
Perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman, penguasaan dan pertumbuhan bahasa.
Pengembangan kemampuan berbahasa bagi Anak Usia Dini bertujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya.
Konteks pengembangan bahasa meliputi: mendengarkan , berbicara, membaca, dan menulis dini. Dalam mengembangkan kemampuan bahas anak, guru/tutor dapat memilih strategi dan metoda secara bervariasi. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa adalah kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan mendengarkan, berbicara dam menulis. Metoda bercerita merupakan salah satu metoda yang banyak dipergunakan untuk Anak Usia Dini.Cerita yang dibawakan guru harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidaj lepas dari tujuan pendidikan bagi Anak Usia Dini.
Daftar Pustaka
Bahan Ajar, Diklat Tenaga Pendidik PAUD Nonformal tingkat dasar (2008)
Kamis, 16 Desember 2010
Kemampuan dan karakteristik tari anak TK
KEMAMPUAN DAN KARAKTERISTIK TARI ANAK TK
I. PENDAHULUAN
Menurut Howard Gardner menari termasuk dalam Multiple Intellegence yaitu “Body Smart” (kecerdasan fisik/kinestetik). Pada dasarnya anak-anak menyukai musik dan menari. Menari bersama bisa mengasah kecerdasan fisik anak. Menari menuntut keseimbangan, keselarasan gerak tubuh, kekuatan dan kelenturan otot. Tidak hanya tangan dan kaki saja tetapi tubuhpun ikut bergerak.
Pendidikan seni, yakni seni tari,musik, rupa dan drama di sekolah taman kanak-kanak merupakan bagian dari proses pembentukan individu yang utuh sesuai dengan tujuan pendidikan nasional .Tujuan pendidikan seni di taman kanak-kanak bukan untuk membentuk siswa yang terampil menari, bermusik atau dengan kata lain bukan untuk menjadi seniman,melainkan membentuk pribadi yang apresiatif dan kreatif melalui pengalaman berolah seni. Pelajaran seni yang sebenarnya dapat membentuk pola pikir anak didik melalui penanaman pemahaman, menumbuhkan cita rasa yang indah dan sensitifitas, dengan harapan dimasa yang akan dating dapat terbentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, kreatif,apresiatif, peka, dan mempunyai rasa keindahan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pendidikan seni, sebaiknya didasari oleh pengembangan aspek kognitif (kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa), afektif (perasaan) dan psikomotor melalui kegiatan dengan mengembangkan pemahaman, pengetahuan, penerapan ketrampilan bergerak, serta ketrampilan lainnya secara luas. Sebenarnya pendidikan seni tidak terkotak-kotak (tari terpisah dengan musik, dengan rupa, dan drama), namun bisa menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Ketika kita mengajarkan tari pada anak tentunya tidak akan terlepas dari rasa musical, penjiwaan tokoh/ekspresei tertentu yang dibawakan, dan akan terkait pula dengan unsur-unsur rupa (busana,property dll).
II. DESKRIPSI MATERI
A. Pengertian Tari
Tari adalah gerak tubuh manusia. Ciri khas gerak tari adalah gerak yang sudah diolah dari aspek tenaga,ruang dan waktu. Ada beberapa konsep tari menurut para ahli sebagai berikut :
a. Seorang kritikus dari Amerika Serikat, yaitu John Martin dalam bukunya yang berjudul “The Modern Dance”, mengemukakan bahwa gerak adalah pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia (Soedarsono, 1987). Landasan elemen dasar dari tari adalah gerak, gerak yang diterapkan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk yang diungkapkan manusia agar dapat dinikmati dengan rasa.
b. Susane K. Langer dalam bukunya yang berjudul “Problem of Art”, mengemukakan bahwa gerak-gerak ekspresif ialah gerak-gerak yang indah, yang dapat menggetarkan perasaan manusia. Sedang gerak indah adalah gerak yang destilir dan mengandung ritme tertentu. Kata indah identik dengan bagus, yang dapat memberikan kepuasan batin manusia (Soedarsono, 1987).
c. Konsep tari menurut Curt Sachs, bahwa tari adalah gerak yang ritmis (Soedarsono, 1987).
d. .Kemudian konsep tari menurut Corrie Hartong dari Belanda dalam bukunya yang berjudul “Duskeenst” (Soedarsono, tanpa tahun), mengemukakan bahwa tari adalah gerakan-gerakan yang diberi bentuk dan ritme dari badan di dalam ruang.
Ada dua jenis tari yaitu tari tradisional dan non tradisional. Yang termasuk tari tradisional adalah tari primitive, tari klasik dan tari klasik. Tari primitive bertujuan
B. Karakteristik Tari
1. Karakteristik gerak anak TK
Karakteristik gerak pada anak TK umumnya mereka dapat melakukan dengan berbagai kegiatan-kegiatan pergerakan menirukan Apabila seorang guru dapat menunjukkan kepada anak didik suatu action yang dapat diamati (observable), maka anak akan mulai membuat tiruan action tersebut sampai pada tingkat otot-ototnya dan dituntut oleh dorongan kata hati untuk menirukannya. Bahwa dalam perkembangan umumnya anak TK dapat melakukan kegiatan-kegiatan bergerak sebagai berikut :
a) Menirukan, seperti yang telah penulis ungkapkan sebelumnya dalam upaya pengembangan kreativitas tari bahwa dalam bermain anak senang menirukan sesuatu yang dilihat. Anak dapat menirukan gerakan-gerakan yang dilihat baik dari televisi ataupun gerakangerakan yang secara langsung dilakukan oleh orang lain, berdasarkan tema maupun gerakangerakan binatang yang diamati.
b) Manipulasi, dalam kegiatan ini anak-anak secara spontan menampilkan berbagai gerak-gerak dari obyek yang diamatinya. Namun dalam pengamatan dari obyek tersebut anak akan menampilkan sebuah gerakan yang hanya disukainya.
Menurut Kamtini dan Husni Wardhi Tanjung dalam bukunya yang berjudul Bermain Melalui Gerak dan Lagu di TK bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa karakteristik gerak fisik anak TK adalah :
1. bersifat sederhana,
2. bersifat maknawi dan bertema, artinya tiap gerak mengandung tema tertentu,
3. gerak anak menirukan gerak keseharian orang tua dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya,
4. anak juga menirukan gerak-gerak binatang.
Seorang guru TK dalam menata sebuah tari-tarian bagi anak TK harus memperhatikan dua hal yaitu, harus memperhatikan bagian-bagian tubuh yang dapat dilatih dari karakteristik atau ciri-ciri gerak anak.
2. Karakteristik Tari Anak TK
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memberikan tari yang sesuai dengan karakteristik anak TK yaitu ada beberapa butir yang harus diketahui antara lain :
a. Tema
Bahwa pada umumnya anak-anak selalu menyenangi apa yang pernah dia lihat. Dari apa yang dilihatnya secara tidak disadari atau disadari dengan spontan. Anak akan menirukan gerak-gerak yang sesuai dengan apa yang pernah dilihatnya.
Dari gerak-gerak yang pernah dilihat dan diamati oleh anak maka dapat dijadikan suatu tema. Tema-tema yang pada umumnya disenangi oleh anak-anak TK diantaranya adalah tingkah laku binatang seperti : kucing, anjing, burung, kupu-kupu, bebek dan lain-lain. Anak juga menirukan tingkah laku manusia seperti : ayah, ibu, dokter, insinyur dan lain-lain.
b. Bentuk Gerak
Bentuk gerak yang sesuai dengan karakteristik tari anak-anak, pada umumnya gerak-gerak yang dilakukannya tidaklah terlalu sulit dan sangat sederhana sekali. Mengingat pada dasarnya imajinasi anak TK tinggi dan mempunyai daya kreativitas yang tinggi pula. Dan bentuk-bentuk gerak yang biasa dilakukan adalah bentuk gerak-gerak yang lincah, cepat dan seakan menggambarkan kegembiraannya.
c. Bentuk Iringan
Dilihat dari karakteristik anak yang senang bergerak dengan gembira, anak TK biasanya menyenangi musik iringan yang menggambarkan kesenangan dan kegembiraan. Terutama lagu-lagu anak yang mudah diingat, misalnya : lagu kelinciku, kebunku, kupu-kupuku dan lainlain.
d. Jenis Tari
Apabila suatu karya cipta gerak tari sudah tersusun dan menjadi satu kesatuan tari anak, maka dibentuklah menjadi satu bentuk tari dan sebuah jenis tari yang sesuai dengan karakteristik dan sifat anak TK yang memiliki sifat kegembiraan atau kesenangan, geraknya yang lincah dan sederhana, dan iringan musiknya pun mudah dipahami oleh anak.
C. Tujuan Tari
Ketrampilan gerak tari bukanlah tujuan utama namun pengembangan berbagai aspek kreativitas pada diri siswa merupakan orientasi yang dilaksanakan dalam proses pembelajarannya.
Tujuan utama dari tari adalah membantu menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan siswa melalui tari untuk menemukan hubungan antara tubuhnya dengan seluruh eksistensinya
I. PENDAHULUAN
Menurut Howard Gardner menari termasuk dalam Multiple Intellegence yaitu “Body Smart” (kecerdasan fisik/kinestetik). Pada dasarnya anak-anak menyukai musik dan menari. Menari bersama bisa mengasah kecerdasan fisik anak. Menari menuntut keseimbangan, keselarasan gerak tubuh, kekuatan dan kelenturan otot. Tidak hanya tangan dan kaki saja tetapi tubuhpun ikut bergerak.
Pendidikan seni, yakni seni tari,musik, rupa dan drama di sekolah taman kanak-kanak merupakan bagian dari proses pembentukan individu yang utuh sesuai dengan tujuan pendidikan nasional .Tujuan pendidikan seni di taman kanak-kanak bukan untuk membentuk siswa yang terampil menari, bermusik atau dengan kata lain bukan untuk menjadi seniman,melainkan membentuk pribadi yang apresiatif dan kreatif melalui pengalaman berolah seni. Pelajaran seni yang sebenarnya dapat membentuk pola pikir anak didik melalui penanaman pemahaman, menumbuhkan cita rasa yang indah dan sensitifitas, dengan harapan dimasa yang akan dating dapat terbentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, kreatif,apresiatif, peka, dan mempunyai rasa keindahan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pendidikan seni, sebaiknya didasari oleh pengembangan aspek kognitif (kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa), afektif (perasaan) dan psikomotor melalui kegiatan dengan mengembangkan pemahaman, pengetahuan, penerapan ketrampilan bergerak, serta ketrampilan lainnya secara luas. Sebenarnya pendidikan seni tidak terkotak-kotak (tari terpisah dengan musik, dengan rupa, dan drama), namun bisa menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Ketika kita mengajarkan tari pada anak tentunya tidak akan terlepas dari rasa musical, penjiwaan tokoh/ekspresei tertentu yang dibawakan, dan akan terkait pula dengan unsur-unsur rupa (busana,property dll).
II. DESKRIPSI MATERI
A. Pengertian Tari
Tari adalah gerak tubuh manusia. Ciri khas gerak tari adalah gerak yang sudah diolah dari aspek tenaga,ruang dan waktu. Ada beberapa konsep tari menurut para ahli sebagai berikut :
a. Seorang kritikus dari Amerika Serikat, yaitu John Martin dalam bukunya yang berjudul “The Modern Dance”, mengemukakan bahwa gerak adalah pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia (Soedarsono, 1987). Landasan elemen dasar dari tari adalah gerak, gerak yang diterapkan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk yang diungkapkan manusia agar dapat dinikmati dengan rasa.
b. Susane K. Langer dalam bukunya yang berjudul “Problem of Art”, mengemukakan bahwa gerak-gerak ekspresif ialah gerak-gerak yang indah, yang dapat menggetarkan perasaan manusia. Sedang gerak indah adalah gerak yang destilir dan mengandung ritme tertentu. Kata indah identik dengan bagus, yang dapat memberikan kepuasan batin manusia (Soedarsono, 1987).
c. Konsep tari menurut Curt Sachs, bahwa tari adalah gerak yang ritmis (Soedarsono, 1987).
d. .Kemudian konsep tari menurut Corrie Hartong dari Belanda dalam bukunya yang berjudul “Duskeenst” (Soedarsono, tanpa tahun), mengemukakan bahwa tari adalah gerakan-gerakan yang diberi bentuk dan ritme dari badan di dalam ruang.
Ada dua jenis tari yaitu tari tradisional dan non tradisional. Yang termasuk tari tradisional adalah tari primitive, tari klasik dan tari klasik. Tari primitive bertujuan
B. Karakteristik Tari
1. Karakteristik gerak anak TK
Karakteristik gerak pada anak TK umumnya mereka dapat melakukan dengan berbagai kegiatan-kegiatan pergerakan menirukan Apabila seorang guru dapat menunjukkan kepada anak didik suatu action yang dapat diamati (observable), maka anak akan mulai membuat tiruan action tersebut sampai pada tingkat otot-ototnya dan dituntut oleh dorongan kata hati untuk menirukannya. Bahwa dalam perkembangan umumnya anak TK dapat melakukan kegiatan-kegiatan bergerak sebagai berikut :
a) Menirukan, seperti yang telah penulis ungkapkan sebelumnya dalam upaya pengembangan kreativitas tari bahwa dalam bermain anak senang menirukan sesuatu yang dilihat. Anak dapat menirukan gerakan-gerakan yang dilihat baik dari televisi ataupun gerakangerakan yang secara langsung dilakukan oleh orang lain, berdasarkan tema maupun gerakangerakan binatang yang diamati.
b) Manipulasi, dalam kegiatan ini anak-anak secara spontan menampilkan berbagai gerak-gerak dari obyek yang diamatinya. Namun dalam pengamatan dari obyek tersebut anak akan menampilkan sebuah gerakan yang hanya disukainya.
Menurut Kamtini dan Husni Wardhi Tanjung dalam bukunya yang berjudul Bermain Melalui Gerak dan Lagu di TK bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa karakteristik gerak fisik anak TK adalah :
1. bersifat sederhana,
2. bersifat maknawi dan bertema, artinya tiap gerak mengandung tema tertentu,
3. gerak anak menirukan gerak keseharian orang tua dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya,
4. anak juga menirukan gerak-gerak binatang.
Seorang guru TK dalam menata sebuah tari-tarian bagi anak TK harus memperhatikan dua hal yaitu, harus memperhatikan bagian-bagian tubuh yang dapat dilatih dari karakteristik atau ciri-ciri gerak anak.
2. Karakteristik Tari Anak TK
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memberikan tari yang sesuai dengan karakteristik anak TK yaitu ada beberapa butir yang harus diketahui antara lain :
a. Tema
Bahwa pada umumnya anak-anak selalu menyenangi apa yang pernah dia lihat. Dari apa yang dilihatnya secara tidak disadari atau disadari dengan spontan. Anak akan menirukan gerak-gerak yang sesuai dengan apa yang pernah dilihatnya.
Dari gerak-gerak yang pernah dilihat dan diamati oleh anak maka dapat dijadikan suatu tema. Tema-tema yang pada umumnya disenangi oleh anak-anak TK diantaranya adalah tingkah laku binatang seperti : kucing, anjing, burung, kupu-kupu, bebek dan lain-lain. Anak juga menirukan tingkah laku manusia seperti : ayah, ibu, dokter, insinyur dan lain-lain.
b. Bentuk Gerak
Bentuk gerak yang sesuai dengan karakteristik tari anak-anak, pada umumnya gerak-gerak yang dilakukannya tidaklah terlalu sulit dan sangat sederhana sekali. Mengingat pada dasarnya imajinasi anak TK tinggi dan mempunyai daya kreativitas yang tinggi pula. Dan bentuk-bentuk gerak yang biasa dilakukan adalah bentuk gerak-gerak yang lincah, cepat dan seakan menggambarkan kegembiraannya.
c. Bentuk Iringan
Dilihat dari karakteristik anak yang senang bergerak dengan gembira, anak TK biasanya menyenangi musik iringan yang menggambarkan kesenangan dan kegembiraan. Terutama lagu-lagu anak yang mudah diingat, misalnya : lagu kelinciku, kebunku, kupu-kupuku dan lainlain.
d. Jenis Tari
Apabila suatu karya cipta gerak tari sudah tersusun dan menjadi satu kesatuan tari anak, maka dibentuklah menjadi satu bentuk tari dan sebuah jenis tari yang sesuai dengan karakteristik dan sifat anak TK yang memiliki sifat kegembiraan atau kesenangan, geraknya yang lincah dan sederhana, dan iringan musiknya pun mudah dipahami oleh anak.
C. Tujuan Tari
Ketrampilan gerak tari bukanlah tujuan utama namun pengembangan berbagai aspek kreativitas pada diri siswa merupakan orientasi yang dilaksanakan dalam proses pembelajarannya.
Tujuan utama dari tari adalah membantu menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan siswa melalui tari untuk menemukan hubungan antara tubuhnya dengan seluruh eksistensinya
Sabtu, 11 Desember 2010
Metode Pengembangan Seni
Sifat dasar seni
-Kreatif
-Individualis
-Ekspresif/perasaan
-Keabadian
-Universal/integral/menyeluruh
Seni dalam pendidikan >> untuk mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri.Anak harus dikembangkan ekspresi seninya.Sebenarnya anak sudah mempunyai basik terhadap seni dan kita hanya mengembangkan potensi dirinya.
Cara mengembangkan ekspresi dan seni d TK adalah dengan bernyanyi.
Kesenian itu terkait banyak aspek diantaranya:sejarah, sosial budaya dll (pamahaman anak mengenai musik)
Tujuan seni: untuk menghargai, toleransi dan demokratis dalam masyarakat.Seni bisa menyatukan golongan yang berbeda-beda ( misalnya antar budaya/pertukaran budaya)
Seni harus disesuaikan dengan kapasitas anak, emosi anak dan saling menghargai.
Dalam menggambar, semua indera anak berkembang (mata,otak, bahasa)misalnya dalam menggambar anak menuangkan apa yang dia lihat dan dituangkan dalam bentuk gambar, otak anakpun bekerja dan dapat mempresentasikan apa yang dia gambar.
Seni >> kreativitas harus sesuai dengan minat anak
Seni>>berperan dalam mengaktifkan kemampuan fungsi otak kiri.
-Kreatif
-Individualis
-Ekspresif/perasaan
-Keabadian
-Universal/integral/menyeluruh
Seni dalam pendidikan >> untuk mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri.Anak harus dikembangkan ekspresi seninya.Sebenarnya anak sudah mempunyai basik terhadap seni dan kita hanya mengembangkan potensi dirinya.
Cara mengembangkan ekspresi dan seni d TK adalah dengan bernyanyi.
Kesenian itu terkait banyak aspek diantaranya:sejarah, sosial budaya dll (pamahaman anak mengenai musik)
Tujuan seni: untuk menghargai, toleransi dan demokratis dalam masyarakat.Seni bisa menyatukan golongan yang berbeda-beda ( misalnya antar budaya/pertukaran budaya)
Seni harus disesuaikan dengan kapasitas anak, emosi anak dan saling menghargai.
Dalam menggambar, semua indera anak berkembang (mata,otak, bahasa)misalnya dalam menggambar anak menuangkan apa yang dia lihat dan dituangkan dalam bentuk gambar, otak anakpun bekerja dan dapat mempresentasikan apa yang dia gambar.
Seni >> kreativitas harus sesuai dengan minat anak
Seni>>berperan dalam mengaktifkan kemampuan fungsi otak kiri.
Rabu, 03 November 2010
Konstruktivisme dalam Pembelajaran
Teori belajar Kontstruksi merupakan teori-teori yang menyatakan bahwa peserta didik itu sendiri yang harus secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks, mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi, jadi peserta didik yang harus aktif membangun pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri.
Konstruktivisme lahir dari gagasan Jean Piaget dan Vigotsky dimana keduanya menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami diolah melalui suatu proses ketidakseimbangan dalam upaya memakai informasi-informasi baru. Hakikat dari teori konstruktivism adalah ide bahwa peserta didik harus menjadikan informasi itu miliknya sendiri. Teori ini memandang peserta didik secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dan memperbaiki aturan-aturan tersebut. Salah satu prinsip paling penting adalah guru tidak dapat hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada peserta didik, peserta didik harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri., guru hanya membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi peserta didik dengan memberikan kesimpulan kepada peserta didik untuk menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak peserta didik agar peserta didik menyadari dan secara sadar menggali strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar.
1. Konsep Belajar Konstruktivisme Jean Piaget
Menurut Piaget, manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya seperti sebuah kotak-kotak yang mesing-masing mempunyai makna berbeda-beda.Pengalaman yang sama dimaknai berbeda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda . Setiap pengalaman baru akan dihubungkan dengan kotak-kotak atau struktur pengetahuan dalam otak manusia (Nurhadi,2004).Oleh karena itu, pada saat manusia belajar, menurut piaget, sebenarnya telah terjadi dua proses dalam dirinya, yaitu proses organisasi informasi dan proses adaptasi.
a. Proses Organisasi adalah proses ketika manusia menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya, sehingga manusia dapat memehami informasi baru yang didapatnya dengan menyesuaikan informasi tersebut dengan struktur pengetahuan yang dimilikinya sehingga dapat mengasimilasikan atau mengakomodasikan informasi atau pengetahuan tersebut
b. Proses adaptasi adalah proses yang berisi dua kegiatan.Pertama , menggabungkan atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia atau yang disebut asimilasi. Kedua, mengubah struktur yang dimilikidenga struktur pengetahuan baru, sehingga akan terjadi keseimbangan (equilibrium). Dalam proses adaptasi ini, Peaget mengemukakan empat konsep dasar (Nurhadi,2004) yaitu :
- Skemata adalah struktur kognitif yang selalu berkembang dan berubah.
- Asimilasi adalah proses kognitif individu dalam usahanya mengadaptasikan diri dengan lingkungannya.
- Akomodasi adalah suatu proses kognitif yang berlangsung sesuai dengan pengalaman baru.
- Keseimbangan. Dalam proses adaptasi terhadap lingkungan, individu berusaha untuk mencapai mental atau skemata yang stabil, dalam artian adanya keseimbangan antara proses asimilasi dan proses adaptasi.
Proses adaptasi manusia dalam menghadapi pengetahuan barujuga ditentukan oleh fase perkembangan kognitifnya. Jean Peaget membagi fase perkembangan manusia ke dalam empat fase perkembangan manusia (Mar’at,2005) yaitu 1). Periode sensosi-moto (usia 0-18/24 bulan), 2) periode preoperasional (usia 2-7 tahun), 3) periode operasional konkret (7-11 tahun), 4). Periode operasional formal (lenih dari 11 tahun).
2. Konsep Belajar Kontruktivisme Vygotsky
Menurut Vygotsky (Elliot,2003),belajar adalah sebuah proses yang melibatkan dua elemen penting. Pertama, belajar merupakan proses secara biologi sebagai proses dasar.Kedua, proses secara psikososial sebagai proses yang lebih tinggi dan esensinya berkaitan dengan lingkungan social budaya. Pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran lebih menekankan pada pengajaran Top-Down daripada Bottom-Up. Top-Down berarti peserta didik mulai dengan masalah-masalah yang kompleks untuk dipecahkan dan selanjutnya memecahkan atau menemukan (dengan bantuan guru) keterampilan-ketrampilan dasar yang diperlukan. Constructivism dibagi tiga yaitu :
a. Zone of Proximal Development atau zona perkembangan terdekat adalah ide bahwa peserta didik belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona perkembangan terdekat mereka.
b. Cognitive Apprenticeship, konsep lain yang diturunkan dari teori Vygotsky menekankan pada dua-duanya hakikat sosial dari belajar dan zona perkembangan terdekat adalah pemagangan kognitif .
c. Scaffolding atau mediated learning, akhirnya teori Vygotsky menekankan bahwa scaffolding atau mediated learning atau dukungan tahap demi tahap untuk belajar dan pemecahan masalah sebagai suatu hal penting dalam pemikiran konstruktivism modern.
. Prinsip-prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika. Prinsip-prinsip yang sering diambil dari konstruktivisme antara lain:
1). pengetahuan dibangun oleh peserta didik secara aktif;
2). tekanan proses belajar mengajar terletak pada peserta didik;
3). mengajar adalah membantu peserta didik belajar;
4). tekanan dalam proses belajar lebih pada proses dan bukan pada hasil belajar;
5). kurikulum menekankan pada partisipasi peserta didik;
6). guru adalah fasilitator (Paul Suparno:1997).
Teori konstruktivisme ini disarankan digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar bentuk yang bisa dilakukan diantaranya konsep pembelajar mandiri (learner utonomy ), belajar kelompok (cooperative learning).Guru hanya sebagai mediator, selanjutnya peserta didik secara sendiri-sendiri maupun kelompok aktiv untuk memecahkan persoalan yang diberikan guru sehingga mereka dapat membangun pengetahuan.
Daftar Pustaka
Baharudin:Esa Nur Wahyuni,2010
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konstruktivisme lahir dari gagasan Jean Piaget dan Vigotsky dimana keduanya menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami diolah melalui suatu proses ketidakseimbangan dalam upaya memakai informasi-informasi baru. Hakikat dari teori konstruktivism adalah ide bahwa peserta didik harus menjadikan informasi itu miliknya sendiri. Teori ini memandang peserta didik secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dan memperbaiki aturan-aturan tersebut. Salah satu prinsip paling penting adalah guru tidak dapat hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada peserta didik, peserta didik harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri., guru hanya membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi peserta didik dengan memberikan kesimpulan kepada peserta didik untuk menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak peserta didik agar peserta didik menyadari dan secara sadar menggali strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar.
1. Konsep Belajar Konstruktivisme Jean Piaget
Menurut Piaget, manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya seperti sebuah kotak-kotak yang mesing-masing mempunyai makna berbeda-beda.Pengalaman yang sama dimaknai berbeda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda . Setiap pengalaman baru akan dihubungkan dengan kotak-kotak atau struktur pengetahuan dalam otak manusia (Nurhadi,2004).Oleh karena itu, pada saat manusia belajar, menurut piaget, sebenarnya telah terjadi dua proses dalam dirinya, yaitu proses organisasi informasi dan proses adaptasi.
a. Proses Organisasi adalah proses ketika manusia menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya, sehingga manusia dapat memehami informasi baru yang didapatnya dengan menyesuaikan informasi tersebut dengan struktur pengetahuan yang dimilikinya sehingga dapat mengasimilasikan atau mengakomodasikan informasi atau pengetahuan tersebut
b. Proses adaptasi adalah proses yang berisi dua kegiatan.Pertama , menggabungkan atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia atau yang disebut asimilasi. Kedua, mengubah struktur yang dimilikidenga struktur pengetahuan baru, sehingga akan terjadi keseimbangan (equilibrium). Dalam proses adaptasi ini, Peaget mengemukakan empat konsep dasar (Nurhadi,2004) yaitu :
- Skemata adalah struktur kognitif yang selalu berkembang dan berubah.
- Asimilasi adalah proses kognitif individu dalam usahanya mengadaptasikan diri dengan lingkungannya.
- Akomodasi adalah suatu proses kognitif yang berlangsung sesuai dengan pengalaman baru.
- Keseimbangan. Dalam proses adaptasi terhadap lingkungan, individu berusaha untuk mencapai mental atau skemata yang stabil, dalam artian adanya keseimbangan antara proses asimilasi dan proses adaptasi.
Proses adaptasi manusia dalam menghadapi pengetahuan barujuga ditentukan oleh fase perkembangan kognitifnya. Jean Peaget membagi fase perkembangan manusia ke dalam empat fase perkembangan manusia (Mar’at,2005) yaitu 1). Periode sensosi-moto (usia 0-18/24 bulan), 2) periode preoperasional (usia 2-7 tahun), 3) periode operasional konkret (7-11 tahun), 4). Periode operasional formal (lenih dari 11 tahun).
2. Konsep Belajar Kontruktivisme Vygotsky
Menurut Vygotsky (Elliot,2003),belajar adalah sebuah proses yang melibatkan dua elemen penting. Pertama, belajar merupakan proses secara biologi sebagai proses dasar.Kedua, proses secara psikososial sebagai proses yang lebih tinggi dan esensinya berkaitan dengan lingkungan social budaya. Pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran lebih menekankan pada pengajaran Top-Down daripada Bottom-Up. Top-Down berarti peserta didik mulai dengan masalah-masalah yang kompleks untuk dipecahkan dan selanjutnya memecahkan atau menemukan (dengan bantuan guru) keterampilan-ketrampilan dasar yang diperlukan. Constructivism dibagi tiga yaitu :
a. Zone of Proximal Development atau zona perkembangan terdekat adalah ide bahwa peserta didik belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona perkembangan terdekat mereka.
b. Cognitive Apprenticeship, konsep lain yang diturunkan dari teori Vygotsky menekankan pada dua-duanya hakikat sosial dari belajar dan zona perkembangan terdekat adalah pemagangan kognitif .
c. Scaffolding atau mediated learning, akhirnya teori Vygotsky menekankan bahwa scaffolding atau mediated learning atau dukungan tahap demi tahap untuk belajar dan pemecahan masalah sebagai suatu hal penting dalam pemikiran konstruktivism modern.
. Prinsip-prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika. Prinsip-prinsip yang sering diambil dari konstruktivisme antara lain:
1). pengetahuan dibangun oleh peserta didik secara aktif;
2). tekanan proses belajar mengajar terletak pada peserta didik;
3). mengajar adalah membantu peserta didik belajar;
4). tekanan dalam proses belajar lebih pada proses dan bukan pada hasil belajar;
5). kurikulum menekankan pada partisipasi peserta didik;
6). guru adalah fasilitator (Paul Suparno:1997).
Teori konstruktivisme ini disarankan digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar bentuk yang bisa dilakukan diantaranya konsep pembelajar mandiri (learner utonomy ), belajar kelompok (cooperative learning).Guru hanya sebagai mediator, selanjutnya peserta didik secara sendiri-sendiri maupun kelompok aktiv untuk memecahkan persoalan yang diberikan guru sehingga mereka dapat membangun pengetahuan.
Daftar Pustaka
Baharudin:Esa Nur Wahyuni,2010
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langganan:
Postingan (Atom)